
Tanah Tumbuh (humas) Butuh perjuangan dan penantian yang lama akhirnya lulus seleksi Aperatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kementerian Agama Republik Indonesia tahap 1 tahun anggaran 2024, Kamis (02/01/2025).
Menjadi seorang ASN di instansi pemerintahan menjadi keinginan dan harapan semua pihak termasuk tenaga Non ASN. Seperti halnya Ibu Widiawati, S.Pd.I, Salah seorang tenaga Non ASN di MTs Negeri 7 Bungo. Berkali-kali dirinya mengikuti seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN), tapi keberuntungan belum juga berpihak kepadanya, dengan regulasi yang ada di tahun 2024 bahwa pengadaan dan penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2024 tahap 1 di peruntukan bagi tenaga Non-ASN Eks Tenaga Honorer Kategori II (Eks THK-II) dan Tenaga Non ASN yang terdaftar dalam Database Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Soal pengabdian yang ditunjukkan dengan kinerjanya sesuai yang ditugaskan oleh pimpinan madrasah, Ibu Widiyawati tidak lagi diragukan meski jarak tempuh dari kediaman nya ke tempat pengabdiannya sanggat lah jauh. Penantian tersebut sekarang ini pecah berganti sebuah kebahagiaan ketika ia mengatahui ia lulus seleksi CPPPK tahap 1.
Saat di wawancarai secara inklusif oleh Tim Humas Madrasah, dengan mata berkaca ibu Widiyawati menceritakan perjuangan ia selama ini, penantian yang diharapkan akhirnya terkabulkan.â€Alhamdulillah,ketika pengumuman keluar dan saya dinyatakan lulus seleksi CPPPK di Kementerian Agama tahun 2024, Semoga apa yang saya dapat dan saya emban ini menjadi berkah bagi diri saya dan keluarga. Saya ucapkan terimakasih pada semua pihak atas support dan dukungannya selama ini," Ujar Ibu dengan sapaan ibu Wiwid.
Ibu Widiyawati juga menceritakan perjuangan nya selama ini yang hampir saja terhenti.â€Saya mulai mengadi sebagai tenaga Non ASN di MTs Negeri 7 Bungo pada awal Januari tahun 2014, waktu itu saya masih tinggal di dusun yang tak jauh dari madrasah, namun di tahun 2017 saya ikut suami saya yang jarak tempuhnya memakan waktu sekitar 2 jam perjalanan ke madrasah di tambah lagi melewati area perkebunan warga, meskipun dengan status tenaga honorer yang di gaji seadanya saya tetap jalani, sayapun sempat terpikir untuk berhenti namun berkat dorongan dan dukungan dari orang terdekat membuat saya tetap bertahan dan hari ini penantian itu berpihak kepada saya.â€Tuturnya dengan mata yang berkaca-kaca.
Beliau juga sempat menyingung saat perjuangan nya untuk berjuang demi stastus ASN PPPK tahun 2024 ini. Pada saat pendaftaran banyak sekali liku-liku yang ia hadapi, mengingat di daerah tempat nya tinggal saat ini termasuk daerah yang black spot, jika mau cari informasi harus keluar dari dusun atau pergi ke tempat ketinggian untuk mencari sinyal.â€Pernah seketika pendaftaran saya hampir ketinggal, Alhamdulillah ada teman dari teman saya yang tinggal di dusun tetangga datang menemui saya untuk menyampaikan pesan dari kawan-kawan di MTs Negeri 7 Bungo, bahwa pendaftaran harus segera di Resumekan, mengingat 1 hari setelah itu pendaftaran akan di tutup.†Ungkap nya sambi tersenyum haru.
Di akhir pertemuan ibu widiyawati juga berpesan kepada tenaga Non ASN di MTs Negeri 7 Bungo yang belum di beri kesempatan ikut seleksi PPPK tahap 1 agar tetap semangat dan mempersiapkan diri untuk bisa lulus di seleksi PPPK tahap 2. “Bagi teman yang akan berjuang di seleksi tahap 2 ini terus lah berjuang, tetap semangat semoga perjuangan nya nanti berbuah manis dan lulus seleksi PPPK.†Tutup nya.

Penulis : MR
Fhoto : Istimewa
|
2197x
Dibaca |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...