
Tanah Tumbuh (MTsN 7 Bungo) - Proses pembelajaran di MTsN 7 Bungo terus berinovasi dengan menghadirkan kegiatan belajar yang kontekstual dan bermakna bagi peserta didik. Tidak hanya terfokus pada Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di dalam kelas, para siswa juga diajak untuk belajar di luar kelas melalui pembelajaran berbasis proyek. Hal tersebut tampak dalam pembelajaran mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dengan materi Bioteknologi Konvensional.
Pada Sabtu (30/1/2026), para siswa MTsN 7 Bungo melaksanakan praktikum bioteknologi konvensional dengan membuat tape ubi secara mandiri di rumah masing-masing. Kegiatan ini merupakan proyek kelompok yang disesuaikan dengan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) sebagai bentuk penerapan langsung materi yang telah dipelajari sebelumnya di kelas.
Dalam pelaksanaannya, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok bertugas melakukan seluruh tahapan pembuatan tape ubi, mulai dari persiapan bahan, proses pengukusan, pemberian ragi, hingga proses fermentasi. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut kemudian didokumentasikan dalam bentuk video tutorial yang dikirimkan kepada guru mata pelajaran sebagai laporan hasil proyek kelompok.
Guru Mata Pelajaran IPA, Bapak Mhd Hendrizal, S.Pd, menjelaskan bahwa pembelajaran proyek ini bertujuan agar siswa tidak hanya memahami konsep secara teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
"Pembelajaran bukan hanya dilaksanakan di dalam kelas. Setelah memahami materi, kami memberikan tugas sesuai dengan LKPD kepada siswa untuk membuat sebuah proyek yang berkaitan langsung dengan penerapan konsep bioteknologi," ujarnya.
Tape merupakan salah satu makanan tradisional khas Indonesia yang dihasilkan melalui proses fermentasi bahan pangan yang mengandung karbohidrat atau pati, seperti ubi kayu. Proses fermentasi tersebut melibatkan mikroorganisme berupa ragi yang menghasilkan cita rasa manis serta aroma khas. Melalui kegiatan ini, siswa diajak memahami bahwa makanan tradisional yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari tidak lepas dari penerapan ilmu bioteknologi konvensional.
Lebih lanjut, Bapak Mhd Hendrizal menambahkan bahwa kegiatan praktik seperti ini sangat penting untuk memperkuat pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Dengan melihat, menyentuh, dan melakukan secara langsung, siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih mendalam dan berkesan. Selain memahami konsep fermentasi, siswa juga dikenalkan pada salah satu warisan kuliner Nusantara yang patut dilestarikan.
Menariknya, hasil fermentasi tape yang diperoleh setiap kelompok menunjukkan perbedaan rasa, tekstur, dan tingkat kematangan. Hal ini menjadi bahan diskusi tersendiri bagi siswa dalam memahami faktor-faktor yang memengaruhi proses fermentasi. Kreativitas dan pemahaman siswa pun tampak dari cara mereka menyajikan video laporan proyek dengan penjelasan yang runtut dan komunikatif.
Melalui pembelajaran berbasis proyek ini, MTsN 7 Bungo berharap dapat menumbuhkan keterampilan berpikir kritis, kerja sama, serta kemandirian siswa. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa pembelajaran sains dapat dikemas secara menarik, aplikatif, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari, sehingga mampu meningkatkan minat dan pemahaman siswa terhadap ilmu pengetahuan.
Sumber : Humas MTsN 7 Bungo
Penulis : MR
|
618x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...