
Tanah Tumbuh (MTsN 7 Bungo) - Budaya menyambut siswa dengan salam, senyum, dan sapa telah lama menjadi tradisi positif yang terus dijaga dan dilestarikan di MTsNegeri 7 Bungo. Kebiasaan yang tampak sederhana ini diyakini memiliki dampak besar dalam membangun suasana belajar yang ramah, hangat, dan harmonis di lingkungan madrasah.
Setiap pagi, tepat di halaman madrasah, para guru yang mendapat jadwal piket berdiri menyambut kedatangan siswa dengan jabat tangan penuh ketulusan, disertai sapaan yang menenangkan. Tradisi ini tidak hanya mencerminkan keramahan, tetapi juga menjadi simbol perhatian serta penghargaan guru terhadap kehadiran peserta didik sebagai bagian penting dari komunitas madrasah.
Interaksi singkat namun bermakna tersebut terbukti mampu mempererat hubungan emosional antara guru dan siswa. Melalui salam dan senyum, terjalin kedekatan yang lebih humanis, sehingga siswa merasa aman, diterima, dan dihargai sejak langkah pertama mereka memasuki lingkungan sekolah.
Bagi para pendidik, kegiatan menyambut siswa bukan sekadar rutinitas harian. Melalui jabat tangan dan tatapan ramah, guru dapat mengenali kondisi emosional, karakter, bahkan kesiapan belajar siswa satu per satu. Hal ini menjadi modal penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang lebih efektif, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.
Salah satu guru MTsNegeri 7 Bungo, Ibu Widiyawati, S.Pd., mengungkapkan bahwa kebiasaan tersebut mengandung nilai pendidikan karakter yang sangat kuat.
"Kebiasaan ini menunjukkan sikap saling menghormati antara siswa dan guru. Guru menyambut siswa dengan senyum yang memancarkan aura positif, sementara siswa belajar menghargai gurunya. Sikap ini mungkin terlihat sederhana, tetapi maknanya sangat mendalam," ungkapnya usai kegiatan penyambutan siswa pada Sabtu pagi (31/1/2026).
Ibu Widiyawati juga menegaskan bahwa penanaman sikap saling menghargai sejak pagi hari sangat membantu menciptakan suasana kelas yang kondusif. Keteladanan guru dalam bersikap ramah dan terbuka menjadi contoh nyata bagi siswa dalam membangun karakter positif dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan madrasah maupun di luar madrasah.
Dari sisi siswa, tradisi salam, senyum, dan sapa juga memberikan dampak yang signifikan. Sambutan hangat dari para guru membuat mereka merasa lebih percaya diri, diperhatikan, dan dianggap sebagai bagian penting dari madrasah. Tidak sedikit siswa yang mengaku merasa lebih bersemangat dan siap mengikuti pembelajaran setelah mendapatkan salam dan senyum yang menguatkan di pagi hari.
Dengan terus merawat budaya positif ini, MTsNegeri 7 Bungo menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, nilai kemanusiaan, serta hubungan yang harmonis antara guru dan siswa. Tradisi sederhana ini menjadi bukti bahwa pendidikan yang bermakna dapat dimulai dari sentuhan kecil yang dilakukan dengan ketulusan.
Sumber : Humas MTsN 7 Bungo
Penulis : MR
Dok : ICW
|
589x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...