
Tanah Tumbuh (Humas MTsN 7 Bungo) - Suasana khidmat dan penuh ketenangan terasa di ruang kelas VII A MTsN 7 Bungo pada Senin (2/2/2026). Di sela kegiatan belajar mengajar, lantunan merdu Asmaul Husna terdengar menggema, dipimpin langsung oleh Guru Akidah Akhlak, Ibu Sumarni, S.Pd.I. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menanamkan kecintaan peserta didik kepada Allah SWT melalui pembiasaan yang sarat makna.
Pembelajaran tersebut merupakan implementasi nyata dari Kurikulum Berbasis Cinta dalam konsep Panca Cinta, khususnya cinta kepada Allah SWT. Melalui pelafalan 99 nama indah Allah secara bersama-sama, siswa tidak hanya diajak untuk menghafal, tetapi juga memahami makna mendalam dari setiap Asmaul Husna serta menghayatinya dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan dilaksanakan dengan metode pembelajaran berkelompok yang mendorong keaktifan siswa. Dengan tartil dan penuh penghayatan, para peserta didik melantunkan Asmaul Husna secara serempak. Nuansa religius begitu terasa, menciptakan suasana belajar yang tidak hanya kondusif, tetapi juga menyentuh sisi spiritual peserta didik.
Menurut Ibu Sumarni, pembelajaran Asmaul Husna dirancang secara komprehensif dan tidak berhenti pada aspek pelafalan semata.
"Pembelajaran ini mencakup pelafalan yang benar sesuai tajwid, pemahaman makna, serta bagaimana siswa dapat menerapkan sifat-sifat Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, beberapa Asmaul Husna yang ditekankan antara lain Al-Hafidz (Maha Pemelihara), Al-Waliy (Maha Pelindung), Al-'Alim (Maha Mengetahui), Al-Wahhab (Maha Pemberi), dan Al-Malik (Maha Merajai). Pemahaman terhadap sifat-sifat tersebut diharapkan mampu menumbuhkan sikap disiplin, tanggung jawab, rasa syukur, kepedulian terhadap sesama, serta kerendahan hati dalam berperilaku.
Selain sebagai penguatan akidah, pembiasaan melantunkan Asmaul Husna ini juga menjadi media efektif dalam pembentukan akhlak mulia. Pembelajaran Akidah Akhlak yang dilakukan tidak sekadar bersifat teoritis, tetapi menyentuh aspek spiritual dan karakter siswa secara nyata.
Para siswa pun menyambut kegiatan ini dengan antusias. Metode pembelajaran berkelompok dinilai mampu menciptakan suasana belajar yang lebih hidup, menyenangkan, sekaligus menumbuhkan rasa kebersamaan di antara mereka. Nilai-nilai Asmaul Husna yang dipelajari diharapkan dapat terus diamalkan, baik di lingkungan madrasah maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui kegiatan sederhana namun sarat makna ini, MTsN 7 Bungo kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan secara intelektual, tetapi juga menguatkan iman dan membentuk karakter islami peserta didik.
Sumber : Humas MTsN 7 Bungo
Penulis : MR
Dok : ICW
|
661x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...