
Tanah Tumbuh (Humas MTsN 7 Bungo) - Inovasi pembelajaran kembali ditunjukkan oleh Guru Al-Qur'an Hadis MTsN 7 Bungo, Bapak Abdul Manap, S.Pd.I, dalam upaya meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap ilmu tajwid, khususnya pada materi Tafkhim dan Tarqiq dalam hukum bacaan Lam dan Ra. Melalui pendekatan Problem Based Learning (PBL), siswa kelas IX B diajak belajar secara aktif, analitis, dan kolaboratif pada Selasa (10/2/2026) di ruang kelas IX B MTsN 7 Bungo.
Kegiatan pembelajaran diawali dengan suasana religius yang sarat makna. Bapak Abdul Manap mengajak siswa untuk senantiasa bersyukur atas nikmat Allah SWT sebagai bentuk kesadaran akan kasih sayang (rahmah) Allah kepada hamba-Nya. Ia menekankan bahwa rasa syukur menjadi fondasi penting dalam membangun semangat belajar, terutama dalam mempelajari Al-Qur'an dan ilmu-ilmu keislaman.
Untuk memperkuat motivasi spiritual siswa, materi pembelajaran dikaitkan dengan tema "Meraih Kesuksesan dengan Optimis, Ikhtiar, dan Tawakal". Siswa diajak membaca dan memahami kandungan ayat Al-Qur'an, di antaranya Q.S. Az-Zumar/39:53 serta Q.S. An-Najm/53:39-42. Melalui ayat-ayat tersebut, siswa tidak hanya belajar tajwid, tetapi juga memperoleh penguatan nilai keimanan dan semangat dalam menuntut ilmu.
Memasuki inti pembelajaran, Bapak Abdul Manap mengajak siswa untuk menyimak video pembelajaran tajwid yang menampilkan contoh bacaan Lam dan Ra yang dibaca secara Tafkhim (tebal) dan Tarqiq (tipis). Dari tayangan tersebut, siswa menganalisis berbagai contoh bacaan, mengidentifikasi kesalahan, serta mendiskusikan hukum bacaan yang tepat sesuai dengan kaidah tajwid.
Pendekatan ini membuat siswa terlibat langsung dalam proses berpikir kritis. Mereka tidak hanya menerima materi secara pasif, tetapi dituntut untuk mengamati, menganalisis, dan menyimpulkan permasalahan bacaan yang mereka temui.
Setelah diskusi, siswa diberi kesempatan untuk mempraktikkan bacaan ayat Al-Qur'an dengan memperhatikan penerapan Tafkhim dan Tarqiq secara benar. Pada tahap ini, guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing, meluruskan pemahaman, serta memberikan contoh bacaan yang tepat, sehingga siswa lebih mudah membedakan bacaan tebal dan tipis pada huruf Lam dan Ra.
Menurut Abdul Manap, penerapan Problem Based Learning bertujuan agar pembelajaran tidak lagi bersifat satu arah. "Dengan pembelajaran ini kami berharap siswa tidak hanya menghafal aturan tajwid, tetapi mampu memahami, menganalisis, dan menerapkannya secara langsung dalam bacaan Al-Qur'an, khususnya pada hukum bacaan Lam dan Ra," ujarnya.
Kegiatan ini disambut antusias oleh siswa. Mereka terlihat aktif berdiskusi, saling bertukar pendapat, dan bersemangat saat mempraktikkan bacaan. Suasana kelas menjadi lebih hidup, komunikatif, dan penuh semangat belajar.
Melalui inovasi pembelajaran ini, MTsN 7 Bungo kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan proses belajar yang bermakna, kontekstual, serta mampu membentuk peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam pemahaman keagamaan dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.
Sumber : Humas MTsN 7 Bungo
Penulis : MR
Dokumentasi : AM
|
450x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...