
Tanah Tumbuh (Humas) - Suasana religius dan penuh kekhidmatan menyelimuti lingkungan MTsN 7 Bungo pada hari pertama pelaksanaan Kajian Ramadhan 1447 H, Senin (23/2/2026). Kegiatan yang telah menjadi agenda rutin setiap datangnya bulan suci ini resmi dibuka dengan tausiah perdana yang disampaikan oleh Ust. Gianto dengan mengangkat tema "Keutamaan Bulan Ramadhan".
Sejak pagi hari, para siswa dan dewan guru telah memadati lokasi kegiatan dengan penuh antusias. Nuansa Ramadhan terasa begitu kental, tercermin dari wajah-wajah penuh harap dan semangat untuk menimba ilmu serta memperdalam pemahaman agama. Momentum ini menjadi awal yang sarat makna dalam rangkaian pembinaan spiritual selama bulan suci 1447 Hijriah.
Dalam penyampaian materinya yang lugas, sistematis, dan menyentuh hati, Ust. Gianto menjelaskan bahwa Ramadhan merupakan bulan istimewa yang sarat dengan keberkahan, rahmat, dan ampunan dari Allah SWT. Ia menegaskan bahwa bulan suci ini adalah kesempatan emas bagi setiap muslim untuk meningkatkan kualitas iman dan takwa, mengingat setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya.
"Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Lebih dari itu, ia adalah bulan penuh ampunan dan kesempatan terbaik untuk memperbaiki diri," ungkapnya di hadapan peserta kajian.
Beliau juga mengingatkan bahwa Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi umat manusia. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak tilawah, tadabbur, serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kajiannya, Ust. Gianto menegaskan bahwa Ramadhan adalah momentum strategis untuk meningkatkan ketakwaan, sebagaimana tujuan utama ibadah puasa yang telah Allah tetapkan.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Ramadhan sebagai "madrasah kehidupan". Menurutnya, ibadah puasa bukan hanya berdimensi fisik, tetapi juga memiliki dimensi spiritual dan moral. Puasa melatih kesabaran, kejujuran, kedisiplinan, serta menumbuhkan rasa empati terhadap sesama, khususnya kepada mereka yang kurang beruntung.
"Ramadhan adalah madrasah kehidupan. Siapa yang mampu memanfaatkan bulan ini dengan baik, maka ia akan keluar sebagai pribadi yang lebih bertakwa," tuturnya dengan penuh penekanan.
Kajian berlangsung secara interaktif dan komunikatif. Para siswa tampak menyimak materi dengan penuh perhatian. Antusiasme mereka terlihat dari kesungguhan dalam mencatat setiap poin penting yang disampaikan serta aktif merespons pertanyaan yang diajukan. Hal ini menunjukkan tingginya kesadaran spiritual serta semangat peserta didik dalam menyambut dan melaksanakan ibadah Ramadhan 1447 H.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana menambah wawasan keislaman, tetapi juga merupakan bagian dari pembentukan karakter religius siswa. Melalui pembiasaan kajian, tausiah, dan pembinaan spiritual yang terstruktur, madrasah berkomitmen menanamkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan dalam setiap aspek kehidupan sekolah.
Dimulainya rangkaian Kajian Ramadhan 1447 H ini diharapkan mampu menjadi energi positif bagi seluruh keluarga besar madrasah. Ramadhan menjadi momentum refleksi diri, perbaikan akhlak, serta penguatan karakter dalam bingkai pendidikan yang berlandaskan iman dan takwa.
Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang membersihkan hati, memperindah akhlak, serta menumbuhkan semangat kebersamaan. Di madrasah, nilai-nilai tersebut tumbuh dan berkembang melalui proses pembelajaran yang tidak hanya mencerdaskan akal, tetapi juga menyejukkan jiwa. Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat, MTsN 7 Bungo optimis mampu menjadikan Ramadhan tahun ini sebagai sarana pembinaan generasi yang berilmu, berakhlak, dan bertakwa.
Sumber : Tim Humas MTsN 7 Bungo
Penulis : MR
Dokumentasi : LS
|
508x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...