
Tanah Tumbuh (Humas) - Puasa Ramadhan bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momentum berharga untuk memperbaiki diri, meningkatkan ketakwaan, dan memperbanyak amal saleh. Semangat tersebut terasa kuat dalam kegiatan Kajian Ramadhan yang kembali digelar di halaman utama MTsN 7 Bungo pada Selasa (3/3/2026).
Kegiatan Kajian Ramadhan ini diikuti oleh dewan guru, staf dan seluruh peserta didik dengan penuh antusias yang menjadi bagian dari rangkaian program pembinaan karakter dan penguatan nilai-nilai spiritual yang rutin dilaksanakan madrasah selama bulan suci.
Pada kesempatan tersebut, tausiyah disampaikan oleh Bapak Subhan, S.Pd.I, Guru Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). Dalam pemaparannya, beliau mengulas secara komprehensif tentang hal-hal yang membatalkan puasa serta perbuatan yang dapat merusak atau mengurangi pahala puasa.
Beliau menjelaskan bahwa selain perkara-perkara yang secara fikih membatalkan puasa, terdapat pula sikap dan perilaku yang dapat mengurangi bahkan menghilangkan nilai pahala. Di antaranya adalah berkata dusta, berkata kasar, bergunjing, serta berbagai perbuatan tercela lainnya.
"Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih pengendalian diri secara menyeluruh, baik lisan, hati, maupun perbuatan. Jika seseorang hanya menahan makan dan minum, namun tidak menjaga ucapan dan perilakunya, maka tujuan puasa belum sepenuhnya tercapai," tegasnya di hadapan para peserta kajian.
Materi yang disampaikan menjadi pengingat penting bagi seluruh warga madrasah untuk senantiasa menjaga kualitas ibadah selama Ramadhan. Para siswa diajak menjadikan bulan suci ini sebagai sarana pembentukan karakter, memperkuat keimanan, serta membiasakan diri berakhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan madrasah maupun di rumah.
Kegiatan Kajian Ramadhan ini sekaligus menjadi wujud komitmen madrasah dalam membina spiritualitas seluruh warga madrasah. Melalui program ini, MTsN 7 Bungo terus berupaya menanamkan nilai-nilai religius guna membentuk insan yang beriman, bertakwa, dan berakhlakul karimah.
Melalui kajian ini, diharapkan seluruh keluarga besar madrasah semakin memahami makna hakiki Ramadhan sebagai bulan tarbiyah (pendidikan) dan tazkiyah (penyucian diri). Semoga semangat beribadah terus meningkat dan kualitas puasa semakin terjaga, sehingga Ramadhan tahun ini benar-benar menjadi momentum perubahan menuju pribadi yang lebih baik dan istiqamah dalam kebaikan.
Sumber: Humas MTsN 7 Bungo
Penulis: MR
Dokumentasi: CIW
|
398x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...