
Tanah Tumbuh (Humas) - Kegiatan darmawisata siswa kelas IX MTsNegeri 7 Bungo ke Panorama Baru Bukittinggi menjadi salah satu momen paling berkesan dalam rangkaian akhir pembelajaran mereka. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana rekreasi, tetapi juga sebagai media edukasi yang memperkaya wawasan siswa tentang alam, budaya, dan sejarah.
Setibanya di kawasan Panorama Baru, para siswa disuguhkan pemandangan alam yang begitu memukau. Hamparan perbukitan hijau yang luas, udara yang sejuk, serta suasana yang tenang memberikan pengalaman berbeda dari aktivitas belajar di kelas. Momen ini dimanfaatkan siswa untuk berinteraksi langsung dengan alam, mengabadikan keindahan panorama, sekaligus merefleksikan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Perjalanan dilanjutkan ke Kebun Binatang Bukittinggi yang menjadi salah satu destinasi favorit. Di lokasi ini, siswa dapat melihat secara langsung berbagai jenis satwa dari beragam spesies. Kegiatan ini memberikan pengalaman edukatif tentang keanekaragaman hayati serta pentingnya pelestarian fauna. Para siswa tampak antusias mengamati satwa sekaligus mendapatkan penjelasan dari guru pendamping.
Tidak hanya menikmati wisata alam dan satwa, rombongan juga mengunjungi Museum Rumah Adat Baanjuang yang dikenal sebagai representasi budaya Minangkabau. Di tempat ini, siswa dikenalkan dengan arsitektur khas rumah gadang, nilai-nilai adat, serta kekayaan budaya lokal yang menjadi identitas masyarakat Sumatera Barat. Kunjungan ini menjadi sarana pembelajaran langsung mengenai warisan budaya yang perlu dilestarikan.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, siswa mengunjungi Benteng Fort de Kock, sebuah benteng peninggalan Belanda yang dibangun pada abad ke-19. Dari lokasi ini, siswa memperoleh wawasan sejarah mengenai masa kolonial serta perkembangan awal Kota Bukittinggi yang tumbuh di sekitar kawasan benteng. Penjelasan mengenai latar belakang sejarah benteng ini menambah pengetahuan siswa tentang perjalanan bangsa Indonesia di masa lampau.
Menariknya, pada kesempatan tersebut, salah seorang guru Bahasa Inggris, Miss Cinta Invia Wulandari, S.S., memanfaatkan momen interaksi dengan wisatawan mancanegara di kawasan wisata. Ia memberikan edukasi kepada siswa tentang tata cara berdialog secara langsung menggunakan bahasa Inggris secara aktif. Hal ini menjadi praktik nyata pembelajaran bahasa asing dalam berkomunikasi di lingkungan global.
Kepala madrasah melalui guru pendamping Bapak Ahmad Mursalin, S.Pd menyampaikan bahwa kegiatan darmawisata ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang kontekstual dan menyenangkan. "Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya berwisata, tetapi juga belajar secara langsung dari lingkungan sekitar, baik itu alam, budaya, maupun sejarah," ujarnya pada Minggu (3/4/2026).
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Para siswa terlihat sangat antusias mengikuti setiap agenda yang telah direncanakan. Kegiatan darmawisata ini diharapkan mampu memberikan kesan mendalam sekaligus menjadi kenangan indah yang akan terus mereka ingat di masa mendatang.
Sumber : Humas MTsN 7 Bungo
Editor : MR
Dokumentasi : MH
|
431x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...