
Tanah Tumbuh (Humas) - Laboratorium merupakan salah satu elemen penting dalam menunjang peningkatan mutu pembelajaran di setiap satuan pendidikan. Keberadaan laboratorium yang terkelola dengan baik mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sains, teknologi, dan keterampilan peserta didik. Namun demikian, masih banyak laboratorium pendidikan yang belum berfungsi secara optimal akibat keterbatasan kompetensi pengelola dan lemahnya manajemen laboratorium.
Sebagai bentuk upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan laboratorium yang profesional, salah satu tenaga pendidik MTsNegeri 7 Bungo mengikuti Diklat Kepala Laboratorium yang diselenggarakan oleh UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pengelola laboratorium agar mampu mengelola laboratorium secara efektif, aman, profesional, dan sesuai standar yang berlaku.
Diklat ini diikuti oleh Kepala Laboratorium, calon Kepala Laboratorium, laboran, teknisi laboratorium, guru, serta pengelola sarana dan prasarana pendidikan dari berbagai daerah. Melalui kegiatan tersebut, para peserta dibekali berbagai pengetahuan dan keterampilan yang berkaitan dengan tata kelola laboratorium modern yang mendukung pembelajaran abad ke-21.
Salah satu peserta dari MTsN 7 Bungo, Bapak Muhsinin, S.Pd., menjelaskan bahwa pelaksanaan diklat dilakukan secara penuh daring dengan menggunakan dua pendekatan pembelajaran, yakni hybrid sinkronus melalui Zoom Meeting dan asinkronus melalui Learning Management System (LMS). Menurutnya, pola pelatihan tersebut memberikan fleksibilitas sekaligus pengalaman belajar yang efektif bagi seluruh peserta.
Dalam kegiatan diklat tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi penting yang terbagi ke dalam tiga kompetensi utama, yaitu Kompetensi Kepribadian, Kompetensi Manajerial, dan Kompetensi Profesional. Materi tersebut disampaikan langsung oleh narasumber yang berpengalaman di bidang pengelolaan laboratorium pendidikan.
"Sebagai pengelola laboratorium memiliki peran strategis, bukan hanya menjaga ketersediaan alat dan bahan laboratorium, tetapi juga memastikan laboratorium menjadi pusat pembelajaran aktif, inovatif, aman, dan mendukung pengembangan keterampilan abad ke-21. Maka dari itu, pengelola laboratorium dituntut menguasai berabagai kompetensi, diantaranya kompetensi manajerial, administrasi, kepemimpinan, pengelolaan sarana prasarana, hingga penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) laboratorium," ungkap Bapak Muhsinin, S.Pd., Senin (18/5/2026).
Ia juga berharap melalui diklat yersebut dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan laboratorium di MTsN 7 Bungo, sehingga laboratorium dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai sarana pembelajaran yang aktif, kreatif, dan inovatif. Selain itu, ilmu yang diperoleh selama mengikuti diklat diharapkan mampu mendukung peningkatan mutu pendidikan dan pelayanan pembelajaran di lingkungan madrasah.
Sumber : Humas MTsN 7 Bungo
Editor : MR
Dokumentasi :CIW
|
402x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...