
Kemenag (Humas MTsN 7 Bungo) - Kepala MTsN 7 Bungo, Bapak Firdaus AR, S.Pd.I, menegaskan bahwa Adat Melayu Jambi harus tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman. Hal tersebut disampaikannya saat memimpin apel pagi yang berlangsung di halaman utama madrasah, Senin (15/6/2026).
Pada kesempatan tersebut, seluruh guru, tenaga kependidikan, dan siswa mengikuti apel dengan mengenakan pakaian khas Melayu Jambi. Hal ini sejalan dengan Surat Ederan Pemerintah Provinsi Jambi Nomor 312/KEP.GUB/DISBUDPAR-2.3-2022 tentang penggunaan pakaian dalam rangka peringatan Hari Adat Melayu Jambi. Selain sebagai apel kedisiplinan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperingati Hari Adat Melayu Jambi Tahun 2026.
Dalam arahannya, Kepala Madrasah menegaskan bahwa Adat Melayu Jambi merupakan jati diri masyarakat Jambi sekaligus cerminan budaya yang kokoh dan tidak mudah luntur. Hal tersebut sejalan dengan seloko adat, "dak lapuk dek hujan, dak lekang dek paneh," yang mengandung makna bahwa nilai-nilai luhur warisan leluhur harus senantiasa dijaga dan dilestarikan agar tetap hidup serta menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.
Di tengah derasnya arus modernisasi, Kepala Madrasah mengajak seluruh warga madrasah untuk menjadikan peringatan Hari Adat Melayu Jambi sebagai momentum memperkuat persatuan, mempererat kebersamaan, serta menjaga nilai kato nan saiyo. Menurutnya, budaya yang diwariskan para pendahulu tidak boleh tergerus oleh perkembangan zaman, melainkan harus menjadi benteng moral dan pedoman dalam membangun daerah yang dikenal dengan sebutan Tanah Pilih Pesako Betuah.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa peringatan Hari Adat Melayu Jambi Tahun 2026 merupakan ruang untuk meneguhkan kembali posisi adat dalam kehidupan masyarakat. Adat bukan sekadar pakaian, gelar, atau prosesi seremonial, melainkan nilai yang mengatur cara masyarakat Jambi berbicara, bersikap, memimpin, menghormati orang tua, menjaga kampung, serta menempatkan diri dalam kehidupan sosial.
Karena itu, peringatan Hari Adat Melayu Jambi tidak boleh berhenti pada seremoni semata. Momentum ini harus menjadi pengingat bahwa Melayu Jambi memiliki sejarah panjang yang diwariskan dari generasi ke generasi, dengan jejak para raja, ulama, tokoh adat, dan para pejuang yang telah membangun peradaban serta menjaga marwah daerah.
Peringatan Hari Adat Melayu Jambi Tahun 2026 menjadi ajakan bagi seluruh warga madrasah, untuk semakin meneguhkan jati diri, mengenang sejarah, menghormati para leluhur, serta melestarikan nilai-nilai luhur dan marwah Melayu Jambi agar tetap hidup, tumbuh, dan berkembang di tengah perubahan zaman.
Sumber: Humas MTsN 7 Bungo
Editor: MR
Dokumentasi: CIW
|
335x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...