
Kemenag (MTsN 7 Bungo) - Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 yang diperingati setiap 23 Juli, MTsN 7 Bungo kembali menegaskan komitmennya untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk perundungan (bullying). Komitmen tersebut merupakan bagian dari upaya madrasah dalam mewujudkan Madrasah Ramah Anak yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, saling menghormati, serta memberikan perlindungan kepada seluruh peserta didik.
Peringatan Hari Anak Nasional tahun ini menjadi momentum penting bagi seluruh warga madrasah untuk memperkuat kepedulian terhadap pemenuhan hak-hak anak. Melalui semangat kebersamaan, MTsN 7 Bungo mengajak seluruh elemen madrasah, mulai dari kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, hingga orang tua, untuk bersama-sama membangun budaya positif yang menolak segala bentuk kekerasan, diskriminasi, maupun perundungan di lingkungan pendidikan.
Kepala MTsN 7 Bungo, Firdaus AR, dalam berbagai kesempatan senantiasa mengingatkan seluruh warga madrasah, khususnya peserta didik, agar menjauhi segala bentuk perilaku perundungan. Menurutnya, madrasah tidak hanya berfungsi sebagai tempat menimba ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter, akhlak mulia, serta penanaman nilai-nilai toleransi, empati, dan kasih sayang.
Oleh karena itu, seluruh warga madrasah memiliki tanggung jawab bersama untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif sehingga setiap peserta didik dapat belajar dengan tenang, merasa dihargai, terlindungi, serta mampu mengembangkan potensi terbaik yang dimilikinya.
"Anak adalah amanah sekaligus harapan bangsa. Mereka berhak memperoleh pendidikan yang berkualitas dalam lingkungan yang aman dan menyenangkan. Madrasah harus menjadi rumah kedua yang menghadirkan rasa nyaman, memberikan perlindungan, serta menumbuhkan semangat belajar dan berkarya bagi setiap peserta didik," ungkap Kepala Madrasah, Kamis (23/7/2026).
Komitmen anti-perundungan yang terus digaungkan MTsN 7 Bungo sejalan dengan nilai-nilai pendidikan yang diusung Kementerian Agama, yakni menghadirkan layanan pendidikan yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik. Melalui pembiasaan sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, membangun komunikasi yang baik, serta menyelesaikan setiap persoalan secara bijaksana, madrasah berharap tercipta budaya positif yang mampu mencegah terjadinya perundungan dalam bentuk apa pun.
Selain menjadi momentum refleksi, peringatan Hari Anak Nasional juga mengingatkan seluruh masyarakat bahwa keberhasilan pembangunan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya. Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan yang aman, penuh kasih sayang, dan bebas dari kekerasan akan memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang menjadi pribadi yang berakhlak mulia, berprestasi, serta siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Melalui peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2026, MTsN 7 Bungo mengajak seluruh masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dalam melindungi serta memenuhi hak-hak anak. Dengan menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan penuh kasih sayang, diharapkan setiap anak dapat tumbuh, belajar, berkarya, serta meraih cita-citanya secara optimal.
"Anak hebat hari ini adalah Generasi Emas Indonesia di masa depan. Mari bersama-sama mewujudkan madrasah yang ramah anak, bebas dari perundungan, serta menjadi tempat terbaik bagi setiap anak untuk tumbuh, belajar, berprestasi, dan menggapai masa depan yang gemilang," tutupnya.
Sumber: Humas MTsN 7 Bungo
Editor: MR
Dokumentasi: CIW
|
126x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...