
Kemenag (Humas MTsN 7 Bungo) - Mengawali langkah menuju ajang kompetisi sains dan penelitian bergengsi tingkat madrasah, Kepala MTsN 7 Bungo, Firdaus AR, menggelar rapat bersama Tim Pembimbing Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI), dewan guru, dan staf di ruang guru MTsN 7 Bungo, Senin (24/8/2026). Rapat tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya madrasah mematangkan persiapan sekaligus menyusun strategi menghadapi pelaksanaan OMI Tahun 2026.
Dalam rapat tersebut, Kepala MTsN 7 Bungo memaparkan berbagai hal penting terkait pelaksanaan OMI Tahun 2026, termasuk petunjuk teknis yang telah ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia. Pelaksanaan OMI Tahun 2026 berpedoman pada Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 6843 Tahun 2026 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia Tahun 2026.
Petunjuk teknis tersebut menjadi pedoman bagi penyelenggara, guru pembimbing, siswa atau peserta, serta seluruh pemangku kepentingan dalam pelaksanaan OMI Tahun 2026. Karena itu, Kepala Madrasah menegaskan pentingnya seluruh tim pembimbing memahami dan mencermati juknis secara menyeluruh agar setiap tahapan persiapan dan pelaksanaan kompetisi dapat berjalan sesuai ketentuan.
"Juknis ini sangat penting untuk dipelajari dan dipahami bersama karena memuat berbagai ketentuan pelaksanaan OMI, mulai dari cabang kompetisi, persyaratan peserta, tahapan seleksi, jadwal pelaksanaan, mekanisme tes, bidang riset, tata tertib, penghargaan, hingga ketentuan mengenai proposal dan laporan riset," jelas Kepala Madrasah
Ia berharap Tim Pembimbing OMI MTsN 7 Bungo dapat melakukan persiapan secara serius, terarah, dan berkelanjutan dengan menjaring serta membina siswa-siswi terbaik yang memiliki potensi pada masing-masing bidang kompetisi.
"Saya berharap Tim OMI dapat mempersiapkan siswa-siswi terbaik madrasah untuk mengikuti kompetisi ini. Kita tentu berharap tahun ini kembali ada peserta dari MTsN 7 Bungo yang berhasil lolos dari tingkat kabupaten, seperti tahun sebelumnya, untuk selanjutnya melanjutkan perjuangan ke tingkat provinsi hingga, Insyaallah, dapat mencapai tingkat nasional," ungkapnya.
Dalam rapat tersebut juga dilakukan pembagian tugas dan penetapan koordinator pada masing-masing bidang perlombaan. Pembagian tugas ini diharapkan dapat memastikan proses pembinaan peserta berlangsung lebih terarah, terkoordinasi, dan sesuai dengan karakteristik setiap cabang kompetisi.
Pada Bidang Sains (Science Track) untuk jenjang MTs/SMP sederajat, kompetisi mencakup beberapa mata pelajaran, yakni Matematika Terintegrasi, IPA Terintegrasi, dan IPS Terintegrasi. Setiap bidang memerlukan pembinaan yang terstruktur agar peserta tidak hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga terbiasa menghadapi pola soal dan karakteristik kompetisi.
Sementara itu, Bidang Riset (Research Track) diperuntukkan bagi jenjang MTs dan MA. Bidang ini menitikberatkan pada kemampuan peserta dalam mengembangkan gagasan penelitian yang relevan dengan berbagai persoalan aktual. Adapun fokus subtema yang menjadi perhatian meliputi Ekoteologi (Integrasi Keislaman dan Keilmuan), Sustainable Development Goals (SDGs), serta Transformasi Digital untuk Pembangunan Nasional.
Kepala Madrasah berharap setiap koordinator dan guru pembimbing segera menyusun langkah-langkah pembinaan, melakukan pemetaan potensi siswa, serta memberikan pendampingan secara berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan dalam sebuah kompetisi tidak hanya ditentukan ketika perlombaan berlangsung, tetapi sangat dipengaruhi oleh kualitas proses persiapan yang dilakukan sejak awal.
Selain aspek akademik dan pembinaan peserta, rapat juga menekankan pentingnya kesiapan administrasi. Seluruh tim diminta mencermati setiap tahapan pelaksanaan OMI, mulai dari tingkat satuan pendidikan hingga tingkat kabupaten, serta mempersiapkan seluruh dokumen dan persyaratan yang dibutuhkan dalam proses pendaftaran peserta.
Rapat tersebut menjadi momentum penting bagi MTsN 7 Bungo untuk menyatukan langkah seluruh tim dalam mempersiapkan keikutsertaan pada OMI Tahun 2026. Sinergi antara kepala madrasah, guru pembimbing, dewan guru, dan staf diharapkan mampu menciptakan proses pembinaan yang optimal sehingga para siswa dapat mengikuti kompetisi dengan penuh kesiapan, percaya diri, dan mampu memberikan hasil terbaik bagi madrasah.
Sumber: Humas MTsN 7 Bungo
Editor: MR
Dokumentasi: AN
|
354x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...