
Palembang (Kemenag) - Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah terus melakukan upaya peningkatan mutu kompetensi literasi bagi guru dan tenaga kependidikan madrasah, melalui program Peningkatan Kompetensi Literasi Digital bagi GTK Madrasah Angkatan 1 pada 29 Agustus 2026.
Sebagai tindak lanjut dari arahan Wakil Presiden RI tentang urgensi Artificial Intelligence (AI) dalam kehidupan sehari-hari. Direktorat GTK Madrasah berkolaborasi dengan Google for Education dan Polda Sumatera Selatan, menyelenggarakan pelatihan pemanfaatan Artificial Intelligence bagi guru dan tenaga kependidikan madrasah yang bertempat di Polda Sumatera Selatan.
Aziz Rey, Google Specialist Lampung, Sumatera Selatan dan Bangka Belitung memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya atas kolaborasi yang sudah dilakukan antara Google, Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) RI, Kementerian Agama RI dan Polda Sumatera Selatan dalam melakukan peningkatan literasi digital, ujarnya.
"AI harus digunakan dengan bijak, karena AI hanya sebagai alat, bukan sebagai subjek dalam kehidupan. Diharapkan setelah selesai pelatihan akan dilanjutkan dengan uji kompetensi penguasaan tools, jika peserta lulus akan mendapatrkan sertifikat micro credential yang diakumulasi dengan 32 JP".
Kabag TU Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Selatan Dr. H. Taufiq, S.H.I., M.H.I. dalam sambutannya menjelaskan bagaimana kedudukan dan posisi penting guru dalam pembelajaran.
Dalam paradigma pembelajaran yang lalu, metode dalam pembelajaran yang di sampaikan guru lebih penting dari materi yang diajarkan. Akan tetapi pada saat ini, baik metode maupun materi mempunyai kedudukan yang sama-sama penting, paparnya.
Setidaknya ada 3 kompetensi penting yang harus dimiliki oleh seorang pendidik dalam kegiatan pembelajaran, yaitu; pertama, Integritas, kedua; Kompetensi, dan ketiga adalah Skill. Menurut Taufiq, dalam kegiatan pembelajaran masa kini AI harus dijadikan sebagai bahan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, menguasai dunia pembelajaran yang menyenangkan, dan sesuai dengan prosesnya, ungkapnya.
Staf Khusus Wakil Presiden, Ahmad Aditya, Ph.D. dalam sambutannya memberikan Apresiasi yang sebesar-besarnya pada google Indonesia yang melakukan inovasi melalui Gemini Academy (GA), yang tidak hanya mengenalkan AI, tapi juga membiasakan AI dalam membantu kegiatan pembelajaran guru, dan pembiasaan AI dalam pembelajaran juga bisa terus dikembangkan.
Kombes. Pol Sudrajat Hari Wibowo, S.I.K., M.Si.Karo SDM Polda Sumatera Selatan ketika membacakan amanah sambutan dari Kapolda Sumatera Selatan menyampaikan Apresiasi yang setinggi-tingginya pada Setwapres RI, Google For Edu, Kementerian Agama RI dalam mensukseskan kegiatan Peningkatan Kompetensi Literasi Digital bagi GTK Madrasah di Provinsi Sumatera Selatan.
Sudrajat juga menyampaikan bahwa Perkembangan AI sangat berpengaruh di segala bidang kehidupan manusia saat ini. AI harus diposisikan sebagai alat bantu, karena pada hakikatnya AI tidak bisa menggantikan peran manusia. Sebagai bentuk peran sosialnya, Polda Sumatera Selatan juga menerjunkan anggotanya ke sekolah dan madrasah, memberikan edukasi penggunaan AI yang sehat bagi pelajar. Karena AI dapat digunakan untuk membantu menyelesaikan tugas, bukan disalahgunakan untuk kegiatan yang negatif.
"Dibalik manfaatnya dan sisi positifnya, AI juga mempunyai dampak negatif. Kemampuan menggunakan AI harus disertai dengan penggunaan etika," pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kasubdit MI dan MTs, Rini Rizki Rahmayani, S.Si., M.Commun., turut menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan Peningkatan Kompetensi Literasi Digital bagi GTK Madrasah Angkatan 1 ini. Beliau berharap materi dan keterampilan yang diperoleh dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kualitas pembelajaran digital di madrasah masing-masing.
Kontributor: Andhery Rahman
|
64x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...