
Kemenag (Humas MTsN 7 Bungo) - Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tahun 2026 bidang riset menjadi salah satu wadah bagi peserta didik madrasah untuk mengembangkan kemampuan penelitian, meningkatkan kualitas riset, serta mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan global di era digital.
Bidang riset OMI 2026 mengangkat sejumlah ruang lingkup, di antaranya Ekoteologi, Sustainable Development Goals (SDGs), dan Transformasi Digital untuk Pembangunan Nasional. Dalam ajang tersebut, MTsN 7 Bungo mengutus satu tim untuk mengikuti kompetisi bidang riset dengan mengajukan proposal penelitian melalui akun pendaftaran OMI Riset Tahun 2026 pada Rabu (2/9/2026).
Tim riset MTsN 7 Bungo terdiri atas Azzahar sebagai ketua dan Preni Anjelia sebagai anggota. Keduanya mendapatkan pendampingan dari guru pembimbing, Cinta Invia Wulandari, yang secara intensif mengarahkan peserta didik mulai dari penyusunan proposal, pemenuhan dokumen persyaratan, hingga proses pengajuan melalui laman resmi pendaftaran OMI Riset.
Guru pembimbing riset MTsN 7 Bungo, Cinta Invia Wulandari, mengatakan seluruh dokumen dan persyaratan yang dibutuhkan dalam proses pendaftaran telah dipersiapkan dan diunggah melalui akun pendaftaran OMI Riset.
"Alhamdulillah, seluruh berkas persyaratan sudah kami persiapkan dan diunggah melalui laman pendaftaran OMI Riset. Proposal juga sudah diajukan sesuai dengan tahapan yang ditetapkan," ujar Cinta.
Ia berharap proposal riset yang telah diajukan dapat memenuhi seluruh kriteria penilaian dan mengantarkan tim MTsN 7 Bungo untuk melanjutkan ke tahapan seleksi berikutnya. Hal tersebut mengingat proposal riset akan dinilai oleh tim penilai yang ditunjuk oleh panitia pusat.
Menurutnya, keikutsertaan dalam OMI bidang riset tidak semata-mata berorientasi pada hasil kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembelajaran yang memberikan pengalaman berharga kepada peserta didik dalam melakukan penelitian secara sistematis, kritis, dan bertanggung jawab.
"Kami berharap proposal yang sudah diajukan ini dapat memenuhi kriteria yang ditetapkan dan bisa melanjutkan ke tahap berikutnya. Yang terpenting, peserta didik mendapatkan pengalaman dalam menyusun dan mengembangkan sebuah penelitian," tuturnya.
Lebih lanjut, Cinta menjelaskan bahwa sembari menunggu pengumuman hasil seleksi proposal, pendampingan terhadap kedua peserta didik akan tetap dilakukan. Tim akan membahas dan menelaah kembali proposal yang telah diajukan sebagai bagian dari persiapan menghadapi kemungkinan tahapan selanjutnya.
"Menjelang pengumuman hasil seleksi proposal, kami akan tetap melakukan penguatan bersama tim. Proposal akan kami bahas dan telaah kembali, sehingga jika nantinya dinyatakan lolos, kami sudah memiliki persiapan yang lebih matang untuk menghadapi tahapan berikutnya," jelasnya.
Ia menambahkan, pendampingan secara berkelanjutan penting dilakukan agar peserta didik tidak hanya memahami substansi penelitian, tetapi juga mampu menjelaskan ide, tujuan, metode, serta manfaat dari riset yang mereka ajukan.
Keikutsertaan MTsN 7 Bungo dalam OMI 2026 bidang riset sekaligus menjadi bagian dari upaya madrasah dalam mengembangkan potensi peserta didik di berbagai bidang. Selain kemampuan akademik, peserta didik didorong untuk memiliki kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, bekerja sama, berkomunikasi, serta menghasilkan gagasan inovatif yang memiliki manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
Pengajuan proposal OMI Riset Tahun 2026 menjadi salah satu langkah MTsN 7 Bungo dalam memberikan ruang kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi, kreativitas, dan kemampuan penelitian. Selanjutnya, tim bersama guru pembimbing akan menunggu hasil seleksi proposal sembari terus melakukan persiapan apabila nantinya dinyatakan lolos ke tahapan kompetisi berikutnya.
Sumber: Humas MTsN 7 Bungo
Editor: MR
Dokumentasi: CIW
|
277x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...