Selamat Datang di Website Resmi MTS NEGERI 7 Bungo # Madrasah Maju Bermutu Mendunia # Website : https://mtsn7bungo.mdrsh.id/ # Facebook : MTsn7 Bungo , Instagram mtsn7_bungo # Terima Kasih Sudah Mengunjungi Website MTs Negeri 7 Bungo
Diposting Pada: Kamis, 03 September 2026

Tim Riset OMI MTsN 7 Bungo Angkat Isu Food Waste Berbasis Konsep Israf

Tim Riset OMI MTsN 7 Bungo Angkat Isu Food Waste Berbasis Konsep Israf

Kemenag (Humas MTsN 7 Bungo) - Tim Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) bidang riset MTsNegeri 7 Bungo terus mematangkan penelitian dengan mengangkat isu lingkungan yang diintegrasikan dengan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari di madrasah. Penelitian tersebut mengusung judul "Dari Sisa Makanan Menjadi Pangan Tanaman: Model Pengelolaan Food Waste Madrasah Berbasis Konsep Israf."
Penelitian ini dikembangkan dalam bidang kompetisi Integrasi Keislaman dan Keilmuan (Ekoteologi). Tim riset terdiri atas Putri Azzahara sebagai ketua dan Preni Anjelia sebagai anggota, dengan pendampingan guru pembimbing Cinta Invia Wulandari.
Pengembangan dan penyusunan proposal penelitian terus dilakukan sebagai bagian dari persiapan mengikuti OMI Tahun 2026. Pada Rabu (2/9/2026) pagi, tim riset bersama guru pembimbing melakukan pengembangan dan pendalaman penelitian di lingkungan madrasah.
Guru pembimbing Cinta Invia Wulandari menjelaskan, penelitian tersebut berangkat dari persoalan sisa makanan yang dihasilkan dari aktivitas makan peserta didik di lingkungan madrasah. Menurutnya, food waste tidak hanya berkaitan dengan persoalan sampah, tetapi juga mencerminkan perilaku dalam memanfaatkan makanan secara bijak dan tidak berlebihan.
"Konsep israf dalam Islam menjadi landasan penting untuk membangun kesadaran peserta didik agar tidak berlebih-lebihan, termasuk dalam mengonsumsi makanan. Nilai tersebut kemudian diintegrasikan dengan pendekatan ilmiah melalui proses identifikasi, pengukuran, pengurangan, dan pemanfaatan sisa makanan yang dihasilkan di lingkungan madrasah," jelas Cinta.
Ia mengatakan, penelitian tersebut berupaya menghubungkan nilai-nilai keislaman dengan persoalan lingkungan yang dekat dengan kehidupan peserta didik. Konsep israf tidak hanya dipahami sebagai pengetahuan keagamaan, tetapi juga diterapkan dalam perilaku nyata melalui upaya mengurangi makanan yang terbuang serta mengelola sisa organik secara tepat.
Cinta menjelaskan, terdapat sejumlah rumusan masalah yang menjadi fokus kajian tim. Pertama, bagaimana karakteristik dan jumlah food waste yang dihasilkan dari aktivitas makan di madrasah, termasuk mengidentifikasi bagian yang dapat dicegah dan yang tidak dapat dicegah.
Kedua, seberapa efektif penerapan model pengelolaan food waste berbasis konsep israf dalam mengurangi sisa makanan yang sebenarnya masih dapat dicegah. Ketiga, seberapa efektif pemanfaatan food waste yang tidak dapat dicegah sebagai bahan organik untuk mendukung pertumbuhan tanaman pangan.
"Manfaat yang diharapkan dari riset ini adalah menghasilkan model pengelolaan food waste yang sederhana, terukur, dan dapat diterapkan dalam aktivitas madrasah. Dengan demikian, makanan yang terbuang dapat dikurangi, sementara sisa organik yang memang tidak dapat dicegah dapat dimanfaatkan kembali," ungkapnya.
Menurut Cinta, hasil penelitian nantinya diharapkan dapat menjadi data dasar dan rujukan bagi madrasah dalam mengembangkan sistem pengelolaan food waste sesuai dengan kondisi masing-masing. Model yang dikembangkan juga memanfaatkan sumber daya yang relatif sederhana dan mudah diperoleh sehingga memiliki peluang untuk diterapkan dalam lingkungan madrasah.
"Harapannya, penelitian ini tidak hanya bermanfaat bagi tim OMI, tetapi juga dapat memberikan gambaran bahwa persoalan sisa makanan dapat ditangani melalui langkah-langkah yang sederhana, terukur, dan berbasis nilai keislaman," katanya.
Ia menambahkan, meskipun proposal penelitian telah dikirim melalui laman OMI Riset, tim bersama guru pembimbing tetap terus memperkuat kemampuan dan mematangkan penelitian. Upaya tersebut dilakukan sebagai persiapan agar tim dapat lolos ke tahap berikutnya hingga berpeluang melaju ke babak final.
"Jika nantinya berhasil terjaring ke babak final, tim riset akan mempresentasikan hasil proyek penelitian di hadapan dewan juri. Karena itu, kami terus melakukan penyempurnaan, baik dari sisi penelitian maupun kesiapan peserta didik," pungkasnya.

Sumber: Humas MTsN 7 Bungo
Editor: MR
Dokumentasi: CIW

 


304x
Dibaca
.

Berita Lainnya:

  1. Sarana Mengenal Kembali Seni Tradisional Jambi, Siswi MTsN 7 Bungo Antusias Ikuti Bimbingan Tari Kesenian Sekapur Sirih 588x dibaca
  2. Biasakan Doa Sebelum Pulang, MTsN 7 Bungo Tanamkan Nilai Karakter Religius pada Siswa 630x dibaca
  3. Kejar Kesempatan Dapatkan Sertifikasi, Guru MTsN 7 Bungo Mulai Ikuti PPG Batch II Tahun 2025 179x dibaca
  4. Aktivitas Kembali Normal, MTsN 7 Bungo Terapkan Sistem Kerja Fleksibel WFO dan WFA Pasca Libur Nasional 194x dibaca
  5. Marching Band Bahana Syahdu MTsN 7 Bungo Tembus Final Drum Battle STIGMA Competition 2026 451x dibaca

Go Back To Home

Jadwal Sholat

Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya

Memuat tanggal...

Imsak--:--
Subuh--:--
Terbit--:--
Dhuha--:--
Dzuhur--:--
Ashar--:--
Maghrib--:--
Isya--:--

Peta Lokasi MTS NEGERI 7 Bungo

Mars Madrasah