
Kemenag (Humas MTsN 7 Bungo) - Lantunan pukulan rebana terdengar mengiringi syair bernuansa Islami yang dibawakan para siswi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 7 Bungo. Dengan penuh semangat, para siswi mengikuti arahan dan instruksi guru pembimbing dalam kegiatan ekstrakurikuler Kasidah Rebana yang dilaksanakan pada Kamis (3/9/2026).
Kegiatan yang dibimbing oleh Zaleha tersebut merupakan bagian dari program pengembangan minat dan bakat peserta didik. Melalui kegiatan ini, madrasah memberikan ruang kepada para siswi yang memiliki minat dan potensi di bidang seni musik Islami, khususnya kasidah rebana, untuk mengembangkan kemampuan secara terarah dan berkelanjutan.
Dalam latihan tersebut, para siswi tidak hanya belajar memainkan rebana, tetapi juga berlatih menyelaraskan pukulan dengan lantunan syair bernuansa Islami, termasuk shalawat. Setiap anggota diberikan pemahaman mengenai pola pukulan, tempo, ritme, serta teknik memainkan alat musik agar mampu menghasilkan irama yang harmonis ketika dimainkan secara bersama-sama.
Pembimbing ekstrakurikuler Kasidah Rebana, Zaleha, mengatakan bahwa latihan dilaksanakan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan masing-masing peserta didik. Pembinaan tidak hanya difokuskan pada keterampilan memainkan alat musik, tetapi juga pada kemampuan bekerja sama, menjaga kekompakan, serta membangun rasa tanggung jawab dalam sebuah kelompok.
Menurutnya, permainan kasidah rebana membutuhkan keserasian antarpemain. Setiap anggota memiliki peran masing-masing sehingga diperlukan konsentrasi, kedisiplinan, ketekunan, serta kemampuan mendengarkan dan menyesuaikan irama dengan anggota lainnya.
"Keberadaan siswi yang tergabung dalam kegiatan ekstrakurikuler Kasidah Rebana ini tentunya diharapkan dapat berperan aktif dalam berbagai kegiatan di madrasah. Di antaranya sebagai pengisi selingan pada peringatan hari besar Islam, kajian Jumat pagi, serta berbagai kegiatan madrasah lainnya," ujar Zaleha.
Ia menambahkan, kegiatan ekstrakurikuler tersebut juga menjadi salah satu upaya madrasah dalam menjaga keberadaan seni musik tradisional bernuansa religi di tengah perkembangan teknologi dan digitalisasi yang semakin pesat. Menurutnya, ketertarikan generasi muda terhadap seni musik tradisional, termasuk kasidah rebana, perlu terus ditumbuhkan agar kesenian tersebut tetap memiliki generasi penerus.
"Di tengah perkembangan zaman dan pesatnya digitalisasi, kita perlu memberikan ruang kepada peserta didik untuk mengenal dan mencintai seni bernuansa Islami. Dengan adanya kegiatan seperti ini, mereka tidak hanya mendapatkan keterampilan, tetapi juga belajar menjaga dan melestarikan seni yang memiliki nilai-nilai keagamaan," jelasnya.
Pembinaan yang dilaksanakan secara rutin dalam setiap kegiatan pengembangan minat dan bakat diharapkan dapat meningkatkan kemampuan para siswi, baik dari aspek keterampilan bermusik maupun kepercayaan diri. Latihan yang dilakukan secara berkesinambungan juga menjadi sarana bagi peserta didik untuk mempersiapkan diri tampil dalam berbagai kegiatan di lingkungan madrasah.
Selain sebagai wadah pengembangan bakat, kegiatan Kasidah Rebana juga memberikan pengalaman kepada peserta didik untuk belajar bekerja sama, membangun kekompakan, disiplin dalam berlatih, dan bertanggung jawab terhadap peran masing-masing. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan tidak hanya dalam kegiatan ekstrakurikuler, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Tidak menutup kemungkinan, keterampilan yang diperoleh melalui kegiatan ekstrakurikuler ini dapat menjadi bekal bagi peserta didik untuk mengikuti berbagai kegiatan dan perlombaan seni Islami, baik di tingkat madrasah maupun pada jenjang yang lebih tinggi.
Sumber: Humas MTsN 7 Bungo
Editor: MR
Dokumentasi: CIW
|
235x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...