
Kemenag (Humas MTsN 7 Bungo) - Menghadapi kondisi kemarau panjang yang berdampak pada kekeringan dan menurunnya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 7 Bungo mengajak seluruh warga madrasah untuk bersama-sama melaksanakan Shalat Istisqa sebagai bentuk ikhtiar dan doa memohon turunnya hujan kepada Allah SWT.
Kegiatan Shalat Istisqa tersebut dijadwalkan dilaksanakan pada Kamis, 10 September 2026, pukul 07.00 WIB hingga selesai, bertempat di lapangan MTsN 7 Bungo. Kegiatan akan diikuti oleh seluruh warga madrasah, meliputi peserta didik, dewan guru, serta staf MTsN 7 Bungo.
Ajakan tersebut disampaikan Kepala MTsN 7 Bungo, Firdaus AR, pada Rabu (9/9/2026), menyusul kondisi musim kemarau yang berlangsung cukup panjang dan berdampak terhadap berbagai aktivitas masyarakat, termasuk aktivitas pendidikan di sejumlah satuan pendidikan.
"Insyaallah besok kami mengajak seluruh warga madrasah untuk bersama-sama melaksanakan Shalat Istisqa sebagai bentuk ikhtiar memohon turunnya hujan kepada Allah SWT," ujar Kepala MTsN 7 Bungo, Firdaus AR, Rabu (9/9/2026).
Menurutnya, pelaksanaan Shalat Istisqa tidak hanya menjadi bentuk ikhtiar spiritual dalam menghadapi kondisi kekeringan, tetapi juga menjadi momentum bagi seluruh warga madrasah untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya memohon pertolongan dan rahmat Allah SWT dalam menghadapi berbagai kondisi yang terjadi.
Shalat Istisqa merupakan salah satu ibadah Sunnah Muakkadah dan ibadah sunnah yang dianjurkan ketika masyarakat mengalami kekeringan atau ketika hujan tidak kunjung turun. Pelaksanaan ibadah tersebut menjadi salah satu bentuk ketundukan dan penghambaan manusia kepada Allah SWT, sekaligus sarana untuk memanjatkan doa agar diberikan rahmat berupa turunnya hujan yang membawa manfaat bagi kehidupan.
Kepala Madrasah menjelaskan, kondisi kemarau berkepanjangan yang terjadi saat ini tidak hanya menyebabkan berkurangnya ketersediaan air, tetapi juga turut memicu munculnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Kondisi tersebut kemudian berdampak terhadap kualitas udara dan aktivitas masyarakat.
Dampak kualitas udara yang kurang baik juga dirasakan dalam dunia pendidikan. Kondisi tersebut menyebabkan aktivitas pembelajaran tatap muka perlu disesuaikan dengan keadaan dan memperhatikan faktor keselamatan serta kesehatan peserta didik dan warga madrasah.
"Melalui pelaksanaan Shalat Istisqa ini, kita berharap Allah SWT memberikan rahmat dan pertolongan-Nya, menurunkan hujan yang membawa keberkahan, serta memberikan keselamatan dan kesehatan bagi seluruh masyarakat," ungkapnya.
Ia juga mengajak seluruh warga MTsN 7 Bungo untuk mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh kekhusyukan dan keikhlasan. Menurutnya, kondisi yang terjadi menjadi pengingat bagi seluruh warga madrasah untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Dalam pelaksanaan Shalat Istisqa, seluruh warga madrasah diharapkan hadir dan mengikuti kegiatan dengan tertib. Peserta didik laki-laki mengenakan pakaian muslim atau sarung, sedangkan peserta didik perempuan mengenakan pakaian muslim dan membawa mukena. Seluruh peserta juga diimbau membawa sajadah atau tikar kecil untuk digunakan selama pelaksanaan ibadah.
Selain itu, mengingat kondisi kualitas udara yang masih perlu diwaspadai, seluruh warga madrasah diimbau untuk tetap memperhatikan kesehatan selama kegiatan berlangsung. Penggunaan masker juga dianjurkan sebagai bentuk perlindungan dari paparan asap dan partikel udara yang berpotensi mengganggu kesehatan.
Sementara itu, dalam kegiatan pembelajaran, MTsN 7 Bungo masih melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)/daring dengan menyesuaikan edaran Pemerintah Kabupaten Bungo. Pelaksanaan PJJ/daring tersebut diperpanjang hingga 12 September 2026.
Sumber: Humas MTsN 7 Bungo
Editor: MR
Dokumentasi: CIW
|
385x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...