
Kemenag (Humas MTsN 7 Bungo) - Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 7 Bungo terus mematangkan persiapan peserta terbaik untuk menghadapi cabang Tilawah Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) pada ajang Kompetisi Olahraga dan Prestasi Seni (KOMPAS) Madrasah se-Kabupaten Bungo Tahun 2026.
Persiapan dilakukan melalui pembinaan dan latihan secara intensif di ruang guru MTsN 7 Bungo, Kamis (10/9/2026). Kegiatan tersebut dibimbing langsung oleh guru pembina Tilawah, Awaludin Candra, dengan fokus meningkatkan kemampuan peserta, baik dalam ketepatan bacaan Al-Qur'an maupun penguasaan lagu tilawah.
Peserta yang mengikuti pembinaan merupakan siswa hasil seleksi internal madrasah. Seleksi dilakukan untuk menjaring peserta yang memiliki kemampuan terbaik, meliputi kualitas suara, kefasihan membaca Al-Qur'an, penguasaan tajwid, serta potensi dalam mengembangkan lagu-lagu tilawah.
Dari proses seleksi tersebut, MTsN 7 Bungo menetapkan dua peserta terbaik, terdiri atas satu siswa putra dan satu siswi putri, untuk mendapatkan pembinaan secara lebih terarah sekaligus dipersiapkan mewakili madrasah pada cabang Tilawah KOMPAS Madrasah tingkat Kabupaten Bungo.
Kepala MTsN 7 Bungo, Firdaus AR, mengatakan bahwa pembinaan Tilawah merupakan bagian penting dari program pengembangan prestasi madrasah. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak semata-mata diarahkan untuk meraih prestasi dalam kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membentuk generasi Qur'ani yang memiliki kecintaan terhadap Al-Qur'an.
"Pembinaan tilawah kami lakukan secara berkelanjutan. Apalagi saat ini Tilawah menjadi salah satu cabang yang diperlombakan dalam KOMPAS Madrasah, sehingga latihan perlu ditingkatkan agar peserta benar-benar siap dan mampu tampil dengan percaya diri," ujar Firdaus.
Ia menjelaskan, pembinaan dilakukan secara bertahap dan terstruktur dengan materi yang mencakup pemantapan makhrajul huruf, tajwid, lagu tilawah, teknik pernapasan, hingga pendalaman adab dalam membaca Al-Qur'an.
Selain kemampuan teknis, peserta juga diarahkan untuk mampu menghayati ayat yang dibaca serta menampilkan bacaan dengan penuh penghayatan dan tetap berpegang pada adab seorang pembaca Al-Qur'an.
"Kami ingin memastikan peserta tilawah benar-benar siap, tidak hanya dari sisi teknik membaca, tetapi juga penghayatan dan adab. Target kami bukan sekadar tampil, tetapi memberikan yang terbaik dan membawa nama baik madrasah pada ajang KOMPAS Madrasah," tambahnya.
Dalam pelaksanaan latihan, Awaludin Candra memberikan arahan dan evaluasi secara langsung kepada peserta. Satu per satu kemampuan siswa diperhatikan, mulai dari ketepatan penerapan tajwid, makhrajul huruf, pengaturan pernapasan, kestabilan suara, hingga teknik membawakan lagu tilawah.
Pembinaan juga diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam mengatur tempo dan pernapasan agar bacaan terdengar lebih stabil, merdu, dan sesuai dengan kaidah tilawah. Setiap kekurangan yang ditemukan selama latihan langsung diberikan koreksi sehingga peserta dapat segera melakukan perbaikan.
Awaludin Candra mengapresiasi semangat dan kesungguhan peserta selama mengikuti pembinaan. Menurutnya, latihan yang rutin dan konsisten menjadi kunci penting dalam meningkatkan kualitas peserta, terutama dalam menghadapi kompetisi yang memiliki standar penilaian tersendiri. Penguasaan tajwidnya semakin matang dan suara mereka juga semakin stabil. Dengan latihan yang konsisten, kami berharap kemampuan mereka terus berkembang dan semakin siap menghadapi kompetisi.
"Kira berharap para siswa terus mengikuti pembinaan dengan sungguh-sungguh dan tidak cepat merasa puas dengan kemampuan yang telah dimiliki. Setiap sesi latihan harus menjadi kesempatan untuk memperbaiki bacaan, meningkatkan teknik, sekaligus membangun mental dan kepercayaan diri sebelum tampil di hadapan dewan juri nantinya."Pungkas Beliau.
Sumber: Humas MTsN 7 Bungo
Editor: MR
Dokumentasi: AW
|
128x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...