
Kemenag (Humas MTsN 7 Bungo) - Aktivitas pembiasaan keagamaan di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 7 Bungo terus berjalan di tengah penyesuaian kegiatan pembelajaran akibat dampak kabut asap. Salah satunya melalui pelaksanaan Salat Zuhur berjamaah yang diikuti siswa kelas VII di Mushalla madrasah, Senin (14/9/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rutinitas keagamaan yang dilaksanakan secara konsisten sebagai upaya menanamkan nilai-nilai religius sekaligus membentuk karakter Islami peserta didik. Tidak hanya melaksanakan Salat Zuhur secara berjamaah, siswa juga mengikuti kegiatan lanjutan berupa pengisian kultum yang disampaikan oleh dua orang siswa yang telah ditunjuk sebelumnya.
Pelaksanaan Salat Zuhur berjamaah dipimpin oleh Muhammad Nur yang bertindak sebagai imam. Sejumlah guru turut mendampingi dan mengawasi jalannya kegiatan sehingga seluruh rangkaian berlangsung tertib dan khusyuk serta sesuai dengan pembiasaan yang telah diterapkan di lingkungan madrasah.
Penyesuaian aktivitas madrasah akibat kondisi kabut asap tidak menyurutkan semangat keluarga besar MTsN 7 Bungo dalam menjalankan proses pendidikan. Di tengah upaya menjaga kesehatan dan keselamatan warga madrasah, pembentukan karakter dan penguatan pembiasaan positif tetap menjadi perhatian.
Hal tersebut terlihat dari konsistensi siswa dalam mengikuti berbagai kegiatan madrasah. Meskipun proses pembelajaran harus menyesuaikan kondisi lingkungan dan kualitas udara, peserta didik tetap diarahkan untuk menjaga kedisiplinan, melaksanakan ibadah, serta mengikuti rutinitas keagamaan yang menjadi bagian penting dalam kehidupan madrasah.
Usai melaksanakan Salat Zuhur berjamaah, siswa mengikuti rangkaian kegiatan berikutnya yang telah disiapkan. Petugas kegiatan merupakan siswa yang sebelumnya telah ditentukan dan namanya tercantum pada papan informasi di Mushalla madrasah.
Pola tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran nonakademik bagi peserta didik. Melalui keterlibatan secara langsung sebagai petugas, siswa dilatih untuk memiliki rasa tanggung jawab, disiplin, percaya diri, serta keberanian tampil di hadapan teman-temannya.
Dalam kesempatan tersebut, dua orang siswa, masing-masing satu siswa laki-laki dan satu siswa perempuan, diberikan kesempatan untuk menyampaikan kultum. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana menyampaikan pesan-pesan keislaman, tetapi juga menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan berbicara, menyampaikan gagasan, serta mengajak teman sebaya mengamalkan nilai-nilai kebaikan yang disampaikan.
Kultum yang disampaikan siswa kemudian diperkuat melalui arahan dan penjelasan dari guru pembimbing, Muhammad Nur. Penguatan tersebut diberikan untuk memperjelas pesan yang disampaikan sekaligus menghubungkan materi kultum dengan kehidupan sehari-hari peserta didik.
"Pembiasaan keagamaan di madrasah memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik. Pendidikan tidak hanya diarahkan pada pencapaian akademik, tetapi juga harus berjalan seimbang dengan pembentukan akhlak, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama," ujar Muhammad Nur.
Kegiatan tersebut bentuk konsistensi madrasah dalam menjaga pembiasaan keagamaan di tengah berbagai penyesuaian kegiatan akibat kondisi lingkungan. Dengan demikian, proses pembentukan karakter siswa tetap berjalan secara berkesinambungan, terarah, dan menjadi bagian dari budaya positif di lingkungan MTsN 7 Bungo.
Sumber: Humas MTsN 7 Bungo
Editor: MR
Dokumentasi: CIW
|
124x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...