
Kemenag (Humas MTsN 7 Bungo) - Persiapan menghadapi Kompetisi Olahraga dan Seni (KOMPAS) 2026 terus dimatangkan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 7 Bungo. Tidak sekadar mengandalkan bakat dan kemampuan dasar peserta didik, madrasah memberikan pembinaan secara intensif untuk memastikan setiap peserta memiliki kesiapan teknis, mental, dan kepercayaan diri sebelum tampil dalam ajang kompetisi.
Salah satu cabang seni yang mendapat perhatian serius adalah Vocal Solo. Pada cabang ini, MTsN 7 Bungo menyiapkan dua peserta didik terbaik yang akan menjadi wakil madrasah pada KOMPAS 2026. Keduanya menjalani latihan secara intensif sebagai bagian dari upaya memantapkan kemampuan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi atmosfer perlombaan.
Latihan dilaksanakan pada Senin (14/9/2026) dengan pendampingan langsung dari guru pembimbing. Kegiatan difokuskan pada penguatan teknik vokal, penguasaan materi lagu, penghayatan, ekspresi, serta kesiapan mental peserta agar mampu memberikan penampilan terbaik di hadapan dewan juri.
Sebelum memasuki tahap pembinaan intensif, kedua peserta telah melalui proses seleksi untuk mengukur kemampuan sekaligus menentukan peserta yang dinilai memiliki potensi dan kesiapan untuk mewakili MTsN 7 Bungo pada cabang Vocal Solo.
Setelah melalui proses seleksi, peserta kemudian mengikuti pembinaan secara berkelanjutan. Dalam proses tersebut, kemampuan mereka tidak hanya diasah dari sisi kualitas suara, tetapi juga diarahkan untuk memahami berbagai unsur penting dalam penampilan Vocal Solo. Unsur tersebut meliputi teknik vokal, ketepatan intonasi, artikulasi, penghayatan lagu, karakter suara, dinamika, hingga ekspresi saat tampil.
Setiap sesi latihan sekaligus menjadi ruang evaluasi bagi peserta. Berbagai kekurangan yang ditemukan selama latihan menjadi bahan perbaikan untuk sesi berikutnya. Melalui pola pembinaan tersebut, peserta diharapkan mampu mengenali kekuatan dan kelemahan masing-masing sehingga proses peningkatan kemampuan dapat dilakukan secara bertahap dan terukur.
Pembinaan Vocal Solo dilakukan secara langsung oleh Ahmad Mursalin dan Widiyawati. Keduanya aktif mendampingi peserta dalam setiap tahapan latihan, mulai dari penguatan teknik dasar vokal hingga simulasi penampilan. Pendampingan secara intensif ini dilakukan agar peserta tidak hanya mampu membawakan lagu dengan baik, tetapi juga dapat menyampaikan pesan dan karakter lagu melalui penghayatan serta ekspresi yang tepat.
Dalam setiap latihan, peserta mendapatkan evaluasi terhadap sejumlah aspek penting. Teknik pernapasan menjadi salah satu perhatian utama agar suara dapat dihasilkan secara stabil dan terkontrol. Selain itu, ketepatan nada, intonasi, artikulasi, dinamika suara, penguasaan tempo, serta kemampuan mempertahankan kualitas vokal selama membawakan lagu juga terus diperhatikan.
Selain aspek teknis, kesiapan mental menjadi bagian penting dalam pembinaan. Peserta diarahkan untuk membangun kepercayaan diri, mengendalikan rasa gugup, serta membiasakan diri tampil di hadapan orang lain. Hal ini penting mengingat kemampuan bernyanyi dalam sebuah perlombaan tidak hanya ditentukan oleh kualitas suara, tetapi juga oleh kemampuan peserta dalam menguasai panggung dan menampilkan lagu secara utuh.
Pembinaan yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan tersebut diharapkan semakin meningkatkan kesiapan kedua peserta sebelum memasuki arena KOMPAS 2026. Madrasah memberikan ruang bagi peserta untuk berlatih, menerima evaluasi, melakukan perbaikan, dan kembali mengasah kemampuan pada sesi berikutnya.
Sumber: Humas MTsN 7 Bungo
Editor: MR
Dokumentasi: CIW
|
135x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...