
Kemenag (Humas MTsN 7 Bungo) - Pembinaan kedisiplinan siswa tidak hanya menjadi tanggung jawab madrasah, tetapi membutuhkan keterlibatan orang tua sebagai bagian penting dalam proses pendidikan. Sinergi antara wali kelas dan orang tua menjadi langkah strategis untuk membantu siswa memahami kesalahan, memperbaiki perilaku, serta membangun kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.
Hal tersebut dilakukan oleh Wali Kelas VII D MTsN 7 Bungo, Rubiah, dengan memanggil orang tua salah seorang siswa ke madrasah pada Rabu (16/9/2026). Pemanggilan dilakukan setelah adanya catatan pelanggaran disiplin yang melibatkan siswa yang bersangkutan.
Pertemuan tersebut tidak semata-mata dimaksudkan sebagai bentuk teguran, melainkan menjadi ruang komunikasi antara wali kelas dan orang tua untuk mencari solusi bersama terhadap permasalahan yang dihadapi siswa. Melalui komunikasi yang terbuka, madrasah berupaya memastikan pembinaan dapat dilakukan secara berkelanjutan, baik di lingkungan madrasah maupun di rumah.
Rubiah menjelaskan bahwa pembentukan karakter dan kemandirian siswa memerlukan proses yang dilakukan secara konsisten. Pemenuhan kebutuhan anak secara materi tidak selalu berbanding lurus dengan tumbuhnya rasa percaya diri, tanggung jawab, dan kemandirian. Karena itu, anak juga perlu diberikan kesempatan untuk belajar mengambil keputusan, menyelesaikan persoalan sesuai usianya, serta bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan.
"Anak perlu mendapatkan pendampingan, tetapi juga perlu diberikan ruang untuk belajar mandiri. Ketika anak terbiasa dilayani atau selalu dibantu menyelesaikan persoalannya, ada kemungkinan mereka kurang terlatih menghadapi masalah dan mengambil tanggung jawab secara mandiri," jelas Rubiah.
Menurutnya, lingkungan keluarga dan madrasah memiliki peran yang saling melengkapi dalam membentuk kebiasaan siswa. Aturan dan pembiasaan yang diterapkan di madrasah akan lebih efektif apabila mendapat dukungan dan penguatan dari orang tua di rumah.
Dalam pertemuan tersebut, Rubiah bersama orang tua siswa membahas berbagai hal yang berkaitan dengan kedisiplinan dan perilaku siswa. Pembahasan diarahkan pada upaya menemukan langkah pembinaan yang tepat sehingga siswa dapat memahami aturan madrasah dan menyadari pentingnya mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan.
"Tujuan kita bukan untuk mencari siapa yang salah, tetapi bagaimana permasalahan ini dapat diselesaikan dan anak mendapatkan pembinaan yang tepat. Kita berharap orang tua dan madrasah dapat berjalan bersama dalam mendampingi anak," ungkapnya.
Melalui pemanggilan dan komunikasi bersama orang tua, madrasah berharap pembinaan terhadap siswa dapat dilakukan secara lebih komprehensif. Wali kelas juga akan terus memantau perkembangan siswa setelah dilakukan pembinaan, sekaligus memberikan pendampingan agar perubahan positif dapat dipertahankan.
Kerja sama tersebut diharapkan mampu membantu siswa kembali mengikuti tata tertib madrasah dengan baik, lebih disiplin dalam menjalankan kewajibannya, serta mengikuti seluruh proses pembelajaran secara tertib dan bertanggung jawab.
Bagi MTsN 7 Bungo, pembinaan siswa merupakan bagian integral dari proses pendidikan. Setiap persoalan yang muncul diupayakan diselesaikan melalui pendekatan yang edukatif, komunikatif, dan mengedepankan kepentingan perkembangan siswa.
Dengan terbangunnya komunikasi yang baik antara wali kelas dan orang tua, madrasah berharap setiap siswa dapat berkembang tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, mandiri, bertanggung jawab, dan mampu menghadapi berbagai persoalan sesuai dengan tahap perkembangannya.
Sumber: Humas MTsN 7 Bungo
Editor: MR
Dokumentasi: CIW
|
135x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...