
Kemenag (Humas MTsN 7 Bungo) - Salat berjamaah tidak hanya menjadi sarana menunaikan kewajiban kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun kebersamaan, kedisiplinan, dan karakter religius peserta didik. Melalui pembiasaan salat berjamaah yang dilaksanakan secara rutin di madrasah, peserta didik dibimbing untuk meningkatkan kesadaran dalam beribadah sekaligus membiasakan diri menerapkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
Hal tersebut terlihat dalam pelaksanaan salat berjamaah yang berlangsung di Musholla MTsN 7 Bungo, Senin (28/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti peserta didik kelas VII dengan pendampingan guru pembimbing, Muhammad Nur.
Pelaksanaan salat berjamaah merupakan bagian dari pembiasaan keagamaan yang terus dikembangkan di lingkungan MTsN 7 Bungo. Setiap memasuki waktu salat, peserta didik diarahkan untuk menghentikan aktivitas pembelajaran maupun kegiatan lainnya dan mempersiapkan diri untuk menunaikan ibadah. Masuknya waktu salat ditandai dengan berkumandangnya azan di lingkungan madrasah.
Setelah azan berkumandang, peserta didik secara tertib menuju musholla untuk mempersiapkan pelaksanaan salat berjamaah. Kebiasaan tersebut menjadi momentum bagi siswa untuk belajar menghargai waktu, meningkatkan kedisiplinan, serta menempatkan kewajiban beribadah sebagai bagian penting dalam aktivitas mereka di madrasah.
Dalam suasana kebersamaan, peserta didik melaksanakan salat secara berjamaah dengan tertib dan khusyuk. Kebersamaan dalam satu saf juga memberikan pembelajaran karakter bahwa ibadah tidak hanya menjadi bentuk hubungan manusia dengan Allah SWT, tetapi sekaligus mengajarkan nilai persaudaraan, kesetaraan, kepedulian, dan kebersamaan.
Tidak berhenti pada pelaksanaan salat berjamaah, kegiatan keagamaan tersebut juga menjadi ruang pembinaan keberanian peserta didik melalui penyampaian kultum. Kultum memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar menyampaikan pesan-pesan kebaikan, berbagi pengetahuan keagamaan, serta mengingatkan sesama dalam hal-hal yang positif.
Melalui kultum, peserta didik dilatih untuk tampil di hadapan teman-temannya dengan percaya diri. Mereka belajar menyampaikan gagasan secara baik, menggunakan bahasa yang santun, serta menyampaikan pesan keagamaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Guru pembimbing, Muhammad Nur, turut mendampingi jalannya kegiatan agar pelaksanaan salat berjamaah dan kultum berlangsung tertib serta memberikan manfaat bagi peserta didik. Pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya madrasah untuk memastikan pembiasaan keagamaan tidak hanya berlangsung secara seremonial, tetapi juga memberikan pengalaman pendidikan yang bermakna bagi siswa.
"Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari pendidikan karakter di MTsN 7 Bungo. Pembiasaan salat berjamaah mengajarkan kedisiplinan dalam memenuhi kewajiban, sedangkan kultum menumbuhkan keberanian untuk berbicara, menyampaikan ilmu, dan mengajak kepada kebaikan," ujar Muhammad Nur.
Dengan demikian, rangkaian kegiatan tersebut memiliki nilai pendidikan yang saling melengkapi. Ibadah ditunaikan, ilmu disampaikan, dan kebaikan diteruskan. Nilai-nilai tersebut diharapkan tumbuh menjadi kebiasaan positif yang melekat dalam diri peserta didik, baik selama berada di lingkungan madrasah maupun ketika berada di tengah keluarga dan masyarakat.
Sumber: Humas MTsN 7 Bungo
Editor: MR
Dokumentasi: CIW
|
98x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...