
Kemenag (Humas MTsN 7 Bungo) - Sebagai bentuk penghormatan sekaligus refleksi terhadap perjalanan sejarah bangsa, MTsN 7 Bungo mengibarkan Sang Merah Putih setengah tiang pada Senin (30/9/2026). Pengibaran bendera tersebut menjadi simbol penghormatan dan duka cita atas gugurnya putra-putra terbaik bangsa dalam berbagai peristiwa sejarah Indonesia.
Pengibaran Sang Merah Putih setengah tiang dilaksanakan menjelang peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober. Momentum ini menjadi kesempatan bagi keluarga besar MTsN 7 Bungo untuk mengenang perjalanan sejarah bangsa sekaligus menanamkan nilai persatuan, kebangsaan, dan penghormatan terhadap perjuangan para pendahulu kepada seluruh warga madrasah.
Salah satu bagian penting dalam perjalanan sejarah tersebut adalah peristiwa Gerakan 30 September yang dikenal dengan G30S/PKI. Peristiwa tersebut merupakan salah satu lembaran penting dan kelam dalam sejarah Indonesia yang perlu dipahami secara proporsional serta ditempatkan dalam konteks pembelajaran sejarah.
Bagi MTsN 7 Bungo, mengenang sejarah bukan sekadar mengingat kembali peristiwa masa lalu, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi generasi penerus. Dari sejarah, peserta didik diharapkan dapat memahami perjalanan bangsa, mengambil hikmah dari berbagai peristiwa yang telah terjadi, serta membangun kesadaran untuk menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kepala MTsN 7 Bungo, Firdaus AR, menyampaikan bahwa pengibaran bendera setengah tiang memiliki makna yang lebih dari sekadar perubahan posisi bendera. Menurutnya, posisi tersebut merupakan simbol penghormatan dan duka cita sekaligus pengingat bahwa bangsa Indonesia memiliki perjalanan sejarah yang harus dipahami dan dikenang.
"Pengibaran bendera setengah tiang bukan sekadar perubahan posisi bendera Merah Putih. Di dalamnya terdapat makna penghormatan, duka, dan pengingat bahwa bangsa Indonesia memiliki perjalanan sejarah yang harus dipahami dan dikenang," ujar Firdaus.
Ia menambahkan bahwa momentum tersebut hendaknya menjadi pengingat bagi seluruh warga madrasah, khususnya generasi muda, untuk senantiasa menjaga persatuan, memperkuat rasa kebangsaan, serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
"Dalam doa, kita mengenang mereka yang telah gugur. Semoga mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. Mari kita menjaga persatuan, menjunjung tinggi Pancasila, serta merawat keutuhan Indonesia agar tetap damai dan kokoh," lanjutnya.
Melalui momentum pengibaran Sang Merah Putih setengah tiang tersebut, MTsN 7 Bungo mengajak seluruh warga madrasah untuk menjadikan sejarah sebagai pembelajaran bersama. Nilai persatuan, gotong royong, penghormatan terhadap pengorbanan para pendahulu, serta kecintaan terhadap bangsa dan negara diharapkan terus tumbuh dan tertanam dalam diri peserta didik.
Dengan demikian, pengibaran Sang Merah Putih setengah tiang tidak hanya menjadi simbol duka dan penghormatan, tetapi juga sarat makna sebagai pengingat bagi generasi penerus untuk memahami sejarah, menghargai perjuangan para pendahulu, menjaga persatuan, dan melanjutkan perjalanan bangsa dengan berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
Sumber: Humas MTsN 7 Bungo
Editor: MR
Dokumentasi: MN
|
161x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...