
Kemenag (Humas MTsN 7 Bungo) - Pagi itu, Kamis (1/10/2026), suasana MTsN 7 Bungo terasa berbeda. Tidak terdengar riuh suara peserta didik yang biasanya memenuhi halaman madrasah. Ruang-ruang kelas tampak lengang, halaman lebih sepi, dan aktivitas pembelajaran tatap muka untuk sementara tidak berlangsung seperti hari-hari biasa.
Kabut asap yang kembali menyelimuti wilayah Kabupaten Bungo dan sekitarnya menyebabkan kualitas udara memburuk. Kondisi tersebut berdampak pada aktivitas pendidikan. Pembelajaran tatap muka di madrasah untuk sementara dihentikan dan dialihkan kembali ke pola Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring sebagai bentuk penyesuaian terhadap kondisi lingkungan.
Namun, di tengah suasana madrasah yang sunyi, tetap ada aktivitas yang berjalan. Dari kejauhan, terlihat seorang pria menyusuri halaman madrasah. Sesekali ia menyapu bagian halaman yang dipenuhi daun, merapikan lingkungan, serta memperhatikan tanaman yang tumbuh di sekitar madrasah.
Dialah Muhammad Syafi'i, tenaga kebersihan MTsN 7 Bungo. Ketika sebagian besar peserta didik mengikuti pembelajaran dari rumah, Syafi'i tetap datang ke madrasah pada pagi hari untuk menjalankan tugasnya. Tidak ada suara bel masuk yang menyambut kedatangannya. Tidak ada keramaian peserta didik di halaman. Tidak pula terdengar aktivitas pembelajaran yang biasanya membuat lingkungan madrasah terasa hidup.
Namun, keadaan tersebut tidak mengurangi tanggung jawabnya. Ia tetap membersihkan halaman, merawat tanaman, dan memastikan lingkungan madrasah tetap bersih, rapi, dan terawat.
"Menjaga kebersihan madrasah bukan semata-mata pekerjaan rutin. Ada tanggung jawab yang harus tetap dilaksanakan, sekalipun suasana madrasah sedang berbeda akibat kondisi kabut asap," ujar Syafi'i.
Setiap pagi, ia tetap hadir dan mengerjakan tugas-tugas yang mungkin terlihat sederhana, tetapi memiliki arti penting bagi keberlangsungan aktivitas madrasah. Halaman yang bersih, tanaman yang terawat, dan lingkungan yang rapi merupakan bagian dari kenyamanan seluruh warga madrasah.
Di saat peserta didik berada di rumah untuk mengikuti PJJ, Syafi'i tetap menjadi salah satu sosok yang memastikan lingkungan madrasah tetap terjaga. Kehadirannya menjadi pemandangan tersendiri di tengah madrasah yang untuk sementara kehilangan riuh suara peserta didik.
Kabut asap memang membuat aktivitas pembelajaran harus disesuaikan. Namun, keberlangsungan kehidupan madrasah tidak sepenuhnya berhenti. Setiap unsur memiliki perannya masing-masing. Guru melaksanakan pembelajaran dari jarak jauh, peserta didik mengikuti proses belajar dari rumah, sementara tenaga kebersihan tetap memastikan lingkungan madrasah terawat.
Syafi'i mungkin tidak berdiri di depan kelas untuk menyampaikan pelajaran. Ia juga tidak memegang buku pelajaran atau memberikan tugas kepada peserta didik. Namun, melalui sapu, cangkul, dan kepeduliannya terhadap lingkungan, ia turut mengambil bagian dalam menjaga tempat yang menjadi rumah bagi berlangsungnya proses pendidikan.
Di tengah kabut asap yang membuat halaman madrasah tampak lengang, sosok Syafi'i menghadirkan gambaran sederhana tentang arti sebuah tanggung jawab. Ketika aktivitas belajar tatap muka harus berhenti sementara, kepedulian terhadap madrasah tetap berjalan.
Sebab, menjaga madrasah bukan hanya tugas mereka yang berada di ruang kelas. Setiap orang memiliki peran, sekecil apa pun, untuk memastikan madrasah tetap menjadi tempat yang bersih, nyaman, dan siap menyambut kembali seluruh warganya ketika keadaan telah membaik.
Sumber: Humas MTsN 7 Bungo
Editor: MR
Dokumentasi: MN
|
89x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...