
Tanah Tumbuh (Humas MTsN 7 Bungo) - Tahfidzul Qur'an di MTsNegeri 7 Bungo tidak dimaknai sekadar sebagai upaya menambah jumlah ayat yang dihafal oleh siswa. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi perjalanan hati dan lisan dalam memperindah bacaan, memperbaiki makhraj, serta meluruskan tajwid sesuai dengan kaidah ilmu yang benar.
Di MTsN 7 Bungo, program Tahfidz Al-Qur'an dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kuantitas hafalan, tetapi juga memastikan kualitas bacaan setiap siswa tetap terjaga. Prinsip inilah yang melahirkan pendekatan Tahfidz berbasis Tahsin, di mana Tahsin Al-Qur'an hadir sebagai pendamping utama dalam proses menghafal. Setiap ayat yang dihafal harus dilafalkan dengan benar, penuh adab, serta sesuai dengan tuntunan ilmu tajwid.
Dalam setiap pertemuan tahfidz di kelas, kegiatan tidak hanya berfokus pada setoran hafalan siswa. Guru secara konsisten menyisipkan materi Tahsin Al-Qur'an dalam pembelajaran. Siswa dibimbing untuk memperhatikan pelafalan huruf, panjang pendek bacaan, ketepatan makhraj, serta hukum-hukum tajwid yang menyertainya. Dengan demikian, hafalan yang dimiliki siswa tidak hanya bertambah, tetapi juga semakin berkualitas.
"Di dalam kelas, kami bukan hanya menerima setoran hafalan siswa, namun juga memberi ruang untuk menyampaikan materi Tahsin Al-Qur'an. Hal ini menekankan pentingnya pelafalan yang tepat agar setiap bacaan benar sesuai dengan ilmu tajwid," ujar Bapak Muhammad Nur, Guru Tahfidz MTsN 7 Bungo, pada Kamis (5/2/2026).
Pendekatan ini menjadikan suasana pembelajaran tahfidz lebih hidup, terarah, dan bermakna. Siswa tidak terburu-buru mengejar banyaknya hafalan, tetapi diajak memahami bahwa ketepatan bacaan dan keindahan tajwid merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses menghafal Al-Qur'an. Kesadaran ini perlahan menumbuhkan kecintaan siswa terhadap Al-Qur'an, bukan hanya sebagai hafalan di ingatan, tetapi sebagai lantunan yang indah di lisan.
Melalui pembiasaan ini, MTsN 7 Bungo berupaya menanamkan nilai bahwa menghafal Al-Qur'an harus sejalan dengan membaca Al-Qur'an secara tartil. Siswa dididik agar tidak hanya menjadi penghafal, tetapi juga menjadi pembaca yang baik, yang mampu melantunkan ayat-ayat suci dengan benar, indah, dan penuh penghayatan.
Komitmen ini menjadi bagian dari ikhtiar madrasah dalam membina generasi Qur'ani yang tidak sekadar hafal, tetapi juga memahami adab membaca Al-Qur'an dengan benar. Sebab pada hakikatnya, Al-Qur'an bukan hanya untuk dihafal, tetapi juga untuk dibaca dengan sebaik-baiknya.
Menghafal dengan benar, membaca dengan indah.
Itulah nilai yang terus ditanamkan di MTsN 7 Bungo sebagai wujud komitmen dalam membentuk generasi yang mencintai Al-Qur'an dengan sepenuh hati.
Sumber : Humas MTsN 7 Bungo
Penulis : MR
Dokumentasi : CIW
|
495x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...