
Tanah Tumbuh (Humas) - Upaya mewujudkan lingkungan madrasah yang aman, nyaman, dan bebas perundungan terus diperkuat oleh tenaga pendidik di MTsN 7 Bungo. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui partisipasi aktif salah satu guru, Muhammad Nur, S.Pd.I., dalam kegiatan pelatihan bertajuk Short Course "Happy Tanpa Bully" yang dilaksanakan pada Rabu, 18 Februari 2026, mulai pukul 13.30 WIB hingga selesai.
Kegiatan ini diselenggarakan secara live hybrid melalui platform SmartClass Pusbangkom SDM dan terbuka secara gratis untuk umum. Pelatihan menghadirkan narasumber kompeten, Dr. Cut N. Ummu Athiyah, Widyaaiswara Ahli Utama pada Pusbangkom SDM Pendidikan dan Keagamaan Kementerian Agama RI.
Dalam pemaparannya, narasumber menegaskan bahwa perundungan (bullying) bukanlah persoalan kecil yang dapat dianggap sepele. Dampaknya dapat memengaruhi kondisi psikologis peserta didik, menurunkan rasa percaya diri, bahkan berpengaruh terhadap masa depan mereka. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran dan keterlibatan semua pihak untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang penuh cinta, empati, serta saling menghargai. Lingkungan yang positif diyakini mampu melahirkan generasi yang berani, percaya diri, dan berakhlak mulia.
Materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga inspiratif dan aplikatif. Peserta pelatihan diajak memahami berbagai bentuk perundungan, faktor penyebab, dampak jangka panjang, hingga strategi konkret dalam membangun budaya madrasah ramah anak. Salah satu pesan utama yang ditekankan adalah bahwa lingkungan belajar yang aman dan menyenangkan merupakan fondasi utama keberhasilan pendidikan. Anak yang belajar dengan bahagia akan lebih mudah mengembangkan potensi dirinya secara optimal.
Selain itu, narasumber juga menyampaikan bahwa salah satu indikator keberhasilan implementasi KBC (Kurikulum Berbasis Cinta) di madrasah terletak pada pilar keempat, yakni cinta diri sendiri dan sesama. Pilar ini menjadi landasan penting dalam mewujudkan madrasah yang ramah anak serta bebas dari kekerasan dan perundungan.
Keikutsertaan Muhammad Nur, S.Pd.I., dalam pelatihan ini merupakan wujud nyata komitmen guru untuk terus meningkatkan kompetensi profesional dan sosial. Hal ini sejalan dengan semangat peningkatan mutu pendidikan yang tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kesehatan mental peserta didik, sehingga tercipta suasana belajar yang kondusif, aman, dan menyenangkan bagi seluruh siswa.
Langkah peningkatan kapasitas guru hari ini diyakini akan memberikan dampak besar bagi masa depan anak-anak. Pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu pengetahuan, melainkan upaya membangun karakter sekaligus menghadirkan rasa aman bagi setiap peserta didik.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat gerakan madrasah ramah anak di MTsN 7 Bungo. Semangat "Happy Tanpa Bully" diharapkan tidak berhenti pada pelatihan semata, tetapi tumbuh menjadi budaya bersama yang mengakar kuat di lingkungan pendidikan.
Dengan kolaborasi antara guru, siswa, dan seluruh warga madrasah, cita-cita menghadirkan madrasah tanpa perundungan bukanlah hal yang mustahil. Satu langkah kecil hari ini dapat menjadi penyelamat bagi masa depan banyak anak.
Sumber : Tim Humas MTsN 7 Bungo
Penulis : MR
|
452x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...