
Tanah Tumbuh (Humas) - Suasana cerah mengawali aktivitas pembelajaran di MTsN 7 Bungo pada Senin (2/3/2026). Sejak pagi hari, para peserta didik yang memasuki gerbang madrasah disambut hangat oleh dewan guru melalui budaya sapa, salam, senyum, dan jabat tangan yang berlangsung di lorong dan halaman madrasah. Tradisi bersalaman ini menjadi salah satu pembiasaan positif yang secara konsisten diterapkan sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter di lingkungan madrasah.
Setiap siswa yang datang menyalami guru dengan penuh hormat, sementara para guru menyambut dengan ramah dan penuh perhatian. Interaksi sederhana tersebut bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan wujud nyata upaya membangun kedekatan emosional antara guru dan peserta didik. Suasana kekeluargaan pun terasa kental, menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, hangat, dan penuh semangat sejak pagi hari.
Tidak hanya kepada guru yang bertugas pada pagi itu, para siswa juga membiasakan diri menyalami guru yang mereka temui di depan kelas maupun di ruang guru. Kebiasaan ini menunjukkan tumbuhnya kesadaran untuk menghormati guru dalam setiap kesempatan perjumpaan.
Salah satu guru yang turut menyambut siswa, Miss Cinta Invia Wulandari, menegaskan bahwa budaya bersalaman memiliki makna mendalam dalam proses pembentukan karakter.
"Budaya bersalaman adalah upaya menumbuhkan karakter di lingkungan madrasah. Selain itu, kebiasaan ini membentuk perilaku dan budi pekerti yang baik bagi peserta didik, serta menanamkan sikap sopan dan hormat kepada guru dan orang yang lebih tua," ujarnya.
Selain pembiasaan sapa, salam, dan senyum, guru piket juga melakukan pemeriksaan kerapian siswa. Pemeriksaan meliputi kelengkapan atribut madrasah, kerapian berpakaian, serta kebersihan diri seperti kuku dan rambut. Langkah ini menjadi bagian dari pembinaan disiplin sekaligus menanamkan rasa tanggung jawab terhadap tata tertib dan penampilan pribadi.
Kepala madrasah, Bapak Firdaus.Ar, S.Pd.I., menyebutkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan secara konsisten setiap pagi sebagai bentuk implementasi nyata pendidikan karakter yang tidak hanya diajarkan melalui teori di dalam kelas, tetapi juga melalui keteladanan dan pembiasaan dalam keseharian. Dengan konsistensi tersebut, siswa dilatih untuk menjunjung tinggi etika, kesantunan, dan kedisiplinan yang diharapkan tertanam kuat dalam diri mereka.
Pembiasaan bersalaman setiap pagi diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan sikap dan perilaku siswa. Nilai-nilai sopan santun dan rasa hormat yang tidak hanya diterapkan di lingkungan madrasah, tetapi juga diharapkan terbawa dalam kehidupan sehari-hari di tengah keluarga dan masyarakat.
Sumber: Humas MTsN 7 Bungo
Penulis: MR
Dokumentasi: CIW
|
337x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...