
Tanah Tumbuh (Humas MTsN 7 Bungo) - Lantunan shalawat yang menggema lembut mengiringi prosesi salam-salaman antara guru, staf tata usaha, dan seluruh siswa di lingkungan MTsN 7 Bungo. Momen penuh kehangatan tersebut menjadi penutup rangkaian Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah yang berlangsung di halaman madrasah pada Jum'at (16/3/2026).
Kegiatan ini berlangsung dalam suasana khidmat, penuh haru, dan sarat makna. Setelah seluruh rangkaian pembelajaran Ramadhan resmi ditutup, para guru dan staf tata usaha berbaris rapi membentuk saf panjang di halaman madrasah. Satu per satu siswa dengan penuh takzim menghampiri para guru untuk bersalaman dan memohon maaf secara langsung.
Dengan penuh rasa hormat, para siswa menyalami tangan para guru dan staf. Sementara itu, para pendidik menyambut mereka dengan senyum hangat dan tatapan penuh kasih. Suasana kekeluargaan dan kebersamaan begitu terasa, menggambarkan eratnya hubungan antara guru dan siswa di lingkungan madrasah.
Tidak hanya antara siswa dan guru, suasana penuh keakraban juga terlihat ketika sesama guru dan staf saling berjabat tangan dan bermaafan. Raut wajah bahagia dan ketulusan terpancar dari seluruh warga madrasah. Tradisi ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga merupakan bagian penting dari pembinaan karakter serta penguatan nilai-nilai akhlakul karimah yang senantiasa ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari di madrasah.
Kepala MTsN 7 Bungo, Bapak Firdaus AR, S.Pd.I, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan salam-salaman dan saling memaafkan tersebut memiliki makna yang sangat mendalam bagi seluruh warga madrasah.
"Rangkaian maaf-maafan dan salam-salaman antara guru, staf, serta siswa merupakan momen saling memaafkan yang menjadi simbol pembersihan hati sekaligus mempererat jalinan silaturahmi dan memperkuat ukhuwah di lingkungan madrasah, terlebih menjelang Hari Raya Idul Fitri," ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dalam interaksi sehari-hari di lingkungan madrasah tentu tidak terlepas dari berbagai kekhilafan. Tingkah laku maupun perkataan yang kurang berkenan, serta sikap yang tidak disengaja, bisa saja melukai perasaan orang lain.
"Mungkin selama bergaul dan berinteraksi di madrasah ada tingkah laku yang kurang berkenan atau perkataan yang menyinggung perasaan. Melalui momen ini kita bersama-sama membersihkan hati dan jiwa dengan saling bermaafan," tambahnya.
Momentum tersebut juga menjadi sarana edukatif bagi para siswa tentang pentingnya sikap rendah hati, menghormati guru, menghargai sesama, serta menjaga hubungan yang harmonis dalam lingkungan pendidikan. Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tradisi menjelang Idul Fitri, tetapi juga terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan madrasah maupun di tengah masyarakat.
Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan Ramadhan di MTsN 7 Bungo, diharapkan seluruh warga madrasah dapat menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan hati yang bersih, penuh kebersamaan, serta semangat untuk terus mempererat tali silaturahmi.
Sumber : Humas MTsN 7 Bungo
Penulis : MR
Dokumentasi : CIW
|
423x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...