
Palembang (Kemenag) - Menteri Agama Nasaruddin Umar memberi pesan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama untuk menjaga integritas, menjadi teladan dan pelopor kerukunan di tengah masyarakat, serta menjadi penggerak ekonomi umat.
Pesan itu disampaikan Menag saat memberikan pembinaan kepada ASN di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan di Palembang, Rabu (13/5/2026).
Menag menekankan bahwa ASN Kemenag tidak hanya bertugas memberikan pelayanan publik, tetapi juga harus menjadi contoh figur teladan dalam kehidupan sosial dan keagamaan.
Ia memberikan perhatian khusus pada gaya hidup dan integritas ASN. Ia mengingatkan agar pegawai tidak terjebak dalam gaya hidup materialistik dan praktik-praktik yang bertentangan dengan nilai kejujuran.
"Jangan kasih keluarga kita harta yang tidak halal. Semua daging yang tumbuh dari barang haram hanya bisa dicuci oleh api neraka," tegasnya.
Menag lalu bercerita tentang kerukunan yang tidak lagi sebatas hubungan antarumat beragama, tetapi juga menyangkut hubungan antarsesama manusia dan kepedulian terhadap lingkungan yang perlu terus dibina. Menurutnya, Indonesia telah berhasil melewati tantangan Trilogi Kerukunan Jilid I, yakni kerukunan internal umat, antarumat beragama, dan umat dengan pemerintah. Kini Indonesia masuk ke Kerukunan Jilid II.
Ia menjelaskan, Kerukunan Jilid II mencakup kerukunan antarmanusia tanpa memandang agama, etnis, kelas sosial, maupun asal daerah. Selain itu, kerukunan juga mencakup hubungan manusia dengan alam semesta dan hubungan manusia dengan Tuhan melalui penguatan spiritualitas dalam kehidupan sehari-hari.
Menag meminta ASN Kemenag menjadi pelopor dalam membangun budaya saling menghormati, mengedepankan pelayanan yang bersih dan berintegritas, jujur dalam bekerja, dan menghadirkan nilai-nilai keagamaan yang menyejukkan di tengah masyarakat.
Pada momen pembinaan ASN tersebut, Menag juga mengajak ASN Kemenag untuk turut serta menjadi penggerak dalam memaksimalkan potensi ekonomi umat. Dengan begitu, maka masalah terkait kesejahteraan umat bisa teratasi. Ia menyebut potensi zakat nasional mencapai Rp372 triliun per tahun, namun realisasi pengelolaannya saat ini baru sekitar Rp42,5 triliun melalui BAZNAS.
"Jika seluruh instrumen ekonomi umat seperti zakat, infak, sedekah, wakaf, hingga dana kurban dan akikah yang mencapai puluhan triliun rupiah diorganisir dengan baik, maka tidak akan ada umat yang miskin," katanya.
Kegiatan pembinaan ASN tersebut turut dihadiri Staf Khusus Menag Ismail Cawidu, Tenaga Ahli Menag Andi Salman, Tenaga Ahli Menag Jojon Novandri, Kepala Kanwil Kemenag Sumsel Syafitri Irwan, Rektor UIN Raden Fatah Palembang Muhammad Adil, Kepala BDK Palembang Mukmin, serta jajaran ASN Kemenag se-Sumatera Selatan.
Editor: M Rusydi Sani
Fotografer: Istimewa
Humas Kementerian Agama
|
330x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...