
Kemenag (MTsN 7 Bungo) - Komitmen mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, serta bebas dari segala bentuk kekerasan terus diperkuat MTsN 7 Bungo melalui rangkaian kegiatan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Tahun Pelajaran 2026/2027. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penyampaian materi Madrasah Anti-Bullying dan Pencegahannya kepada seluruh peserta didik baru pada Kamis (9/7/2026) di Gedung MTsN 7 Bungo.
Materi disampaikan oleh Guru Bimbingan dan Konseling (BK), Ahmad Mursalin, S.Pd., sebagai bagian dari implementasi Program Madrasah Ramah Anak sekaligus penguatan pendidikan karakter. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai bahaya perundungan (bullying), berbagai bentuknya, dampak yang ditimbulkan, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan bersama di lingkungan madrasah.
Dalam pemaparannya, Ahmad Mursalin menjelaskan bahwa perundungan tidak hanya berbentuk kekerasan fisik, tetapi juga dapat terjadi dalam bentuk verbal, sosial, maupun melalui media digital (cyberbullying). Seluruh bentuk perundungan tersebut dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan mental, kepercayaan diri, hubungan sosial, hingga prestasi belajar peserta didik.
Oleh karena itu, setiap warga madrasah memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan belajar yang saling menghormati, menghargai perbedaan, serta melindungi satu sama lain dari segala bentuk tindakan kekerasan.
Agar materi lebih mudah dipahami, penyampaian edukasi dikemas secara interaktif melalui kegiatan ice breaking, diskusi kelompok, simulasi sederhana, serta sesi tanya jawab. Suasana pembelajaran yang komunikatif membuat peserta MATAMUDA antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan sekaligus berani menyampaikan pendapat maupun pengalaman mengenai pentingnya membangun hubungan pertemanan yang sehat, positif, dan saling menghargai.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Mursalin menegaskan bahwa MTsN 7 Bungo berkomitmen menjadi madrasah yang ramah terhadap seluruh peserta didik tanpa membedakan latar belakang sosial, suku, maupun kondisi lainnya.
"Madrasah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan ramah bagi setiap anak. Tidak boleh ada tindakan kekerasan ataupun perundungan dalam bentuk apa pun, baik yang dilakukan antarteman sekelas maupun oleh kakak kelas kepada adik kelas. Jika ditemukan adanya tindakan tersebut, tentu akan ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Karena itu, mari kita bersama-sama menciptakan lingkungan madrasah yang saling menghargai dan saling melindungi," tegasnya.
Selain mengenalkan berbagai bentuk perundungan, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya memiliki keberanian untuk menolak, mencegah, serta melaporkan apabila menemukan tindakan bullying di lingkungan madrasah. Langkah tersebut dinilai penting agar setiap kasus dapat ditangani secara cepat, tepat, serta mengedepankan prinsip perlindungan anak.
Penyampaian materi ini sejalan dengan implementasi Program Madrasah Ramah Anak yang menjadikan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) sebagai wahana pengenalan lingkungan madrasah yang aman, nyaman, inklusif, dan mendukung kesiapan peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran. Melalui pembekalan tersebut, MTsN 7 Bungo berharap seluruh peserta didik baru mampu menumbuhkan sikap saling menghargai perbedaan, membangun budaya empati, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, tercipta lingkungan madrasah yang bebas dari perundungan serta terwujud Madrasah yang aman, nyaman dan menyenangkan.
Sumber: Humas MTsN 7 Bungo
Editor: MR
Dokumentasi: CIW
|
382x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...