
Kemenag (MTsN 7 Bungo) - Persiapan menghadapi Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tahun 2026 terus dilakukan oleh Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 7 Bungo. Siswa yang telah ditetapkan sebagai peserta sekaligus calon utusan madrasah terus mengikuti pembinaan secara intensif sebagai bentuk keseriusan dalam menghadapi salah satu ajang kompetisi akademik bagi peserta didik madrasah.
OMI merupakan program yang diselenggarakan oleh Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia. Kegiatan ini menjadi salah satu instrumen strategis dalam pembinaan talenta sains peserta didik madrasah sekaligus bagian dari upaya menyiapkan generasi unggul menuju terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.
Bagi MTsN 7 Bungo, keikutsertaan dalam OMI Tahun 2026 menjadi agenda penting yang perlu dipersiapkan secara matang. Para siswa yang telah ditetapkan sebagai calon peserta mendapatkan pembinaan dari guru mata pelajaran sesuai bidang yang diikuti.
Pembinaan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan melalui penguatan materi, pendalaman konsep, latihan soal, serta pembahasan berbagai bentuk soal yang berpotensi diujikan dalam kompetisi. Selain pembinaan bersama guru, siswa juga didorong untuk meningkatkan kemampuan secara mandiri di luar jam pembelajaran.
Para siswa memanfaatkan waktu yang tersedia untuk mempelajari kembali materi, mengerjakan latihan soal, memperdalam pemahaman konsep, serta mempersiapkan diri berdasarkan kisi-kisi dan cakupan materi yang menjadi acuan dalam kompetisi.
Semangat persiapan tersebut tetap terjaga meskipun MTsN 7 Bungo saat ini melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sebagai bentuk penyesuaian terhadap kondisi kabut asap yang melanda wilayah Kabupaten Bungo. Kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat siswa yang menjadi peserta OMI untuk terus berlatih dan mempersiapkan diri.
Dengan memanfaatkan pembelajaran daring dan komunikasi bersama guru pembimbing, peserta OMI tetap melaksanakan proses belajar dari rumah. Guru pembimbing memberikan arahan, materi pengayaan, latihan soal, serta pendampingan sesuai kebutuhan masing-masing bidang. Siswa juga diarahkan untuk tetap disiplin dalam mengatur waktu antara mengikuti PJJ dan melaksanakan persiapan OMI.
Guru sekaligus salah satu guru penanggung jawab mata pelajaran IPA MTsN 7 Bungo, Rubiah, menegaskan bahwa persiapan menghadapi OMI membutuhkan komitmen, kedisiplinan, dan kesungguhan dari seluruh peserta.
Menurutnya, pelaksanaan PJJ bukan menjadi alasan untuk menghentikan proses pembinaan terhadap siswa yang telah dipersiapkan sebagai calon utusan madrasah.
"Pembinaan terus berjalan meskipun pembelajaran saat ini dilaksanakan dari rumah. Anak-anak yang menjadi peserta OMI harus tetap mengikuti pembelajaran dan pendampingan tambahan dengan menjaga semangat belajar, kedisiplinan, dan kesungguhan dalam mempersiapkan diri," ujarnya, Jumat (28/8/2026).
Para siswa peserta OMI MTsN 7 Bungo juga menunjukkan semangat dalam mengikuti proses pembinaan. Mereka terus berupaya menguasai materi dan memahami kisi-kisi yang menjadi bagian dari persiapan kompetisi. Di bawah bimbingan guru mata pelajaran pada masing-masing bidang, siswa diberikan berbagai penguatan untuk meningkatkan pemahaman sekaligus melatih kemampuan dalam menyelesaikan soal.
MTsN 7 Bungo berharap seluruh rangkaian pembinaan yang telah dilaksanakan dapat memberikan hasil terbaik bagi para siswa yang akan menjadi utusan madrasah pada OMI Tahun 2026. Keikutsertaan dalam ajang tersebut sekaligus menjadi momentum bagi madrasah untuk terus mengembangkan budaya akademik serta memperkuat pembinaan talenta peserta didik, khususnya di bidang sains.
Sumber: Humas MTsN 7 Bungo
Editor: MR
Dokumentasi: RB
|
109x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...