
Kemenag (Humas MTsN 7 Bungo) - Sebanyak sembilan siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 7 Bungo mengikuti uji coba atau simulasi Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tahun 2026, Sabtu (5/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Bimbingan Konseling (BK) MTsN 7 Bungo tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam mempersiapkan peserta sebelum mengikuti pelaksanaan OMI yang sesungguhnya.
Kesembilan siswa tersebut merupakan peserta yang akan mewakili MTsN 7 Bungo dalam tiga bidang lomba, yakni Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Matematika (MTK), dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Melalui simulasi ini, para peserta tidak hanya memantapkan penguasaan materi, tetapi juga dilatih untuk memahami mekanisme pelaksanaan kompetisi berbasis sistem digital.
Simulasi dilaksanakan mengikuti jadwal yang telah ditetapkan panitia dan disesuaikan dengan sesi yang tercantum pada kartu peserta. Peserta terbagi dalam sesi 2, sesi 3, dan sesi 4, dengan pelaksanaan dimulai pukul 10.00 WIB hingga 17.30 WIB.
Dalam setiap sesi, peserta mengikuti rangkaian simulasi sebagaimana mekanisme yang akan diterapkan pada pelaksanaan OMI. Hal tersebut dilakukan agar siswa terbiasa dengan alur pelaksanaan kompetisi, termasuk kesiapan sebelum memasuki aplikasi, proses login, mengerjakan soal, memahami bentuk soal yang disajikan, hingga menyelesaikan dan keluar dari aplikasi setelah seluruh tahapan selesai.
Ketua Panitia OMI Satuan Pendidikan MTsN 7 Bungo, Subhan, mengatakan bahwa kegiatan simulasi tidak hanya menjadi bagian dari agenda persiapan OMI, tetapi juga merupakan kesempatan bagi peserta untuk mengenal lebih jauh aplikasi OMI Kementerian Agama yang nantinya digunakan dalam pelaksanaan ujian sebenarnya.
"Simulasi ini selain menjadi salah satu agenda persiapan OMI, juga bertujuan mengenalkan kepada peserta aplikasi OMI Kementerian Agama yang nantinya akan digunakan pada pelaksanaan ujian sesungguhnya," ujar Subhan.
Menurutnya, pengenalan aplikasi menjadi hal penting karena peserta harus memahami setiap tahapan teknis sebelum mengikuti kompetisi. Para siswa diberikan pemahaman mengenai tata cara mengoperasikan aplikasi, mulai dari melakukan login, membaca dan mengerjakan soal, mengenali bentuk-bentuk soal, memanfaatkan waktu yang tersedia, hingga menyelesaikan sesi dan keluar dari aplikasi dengan benar.
Subhan menambahkan, simulasi juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi kesiapan peserta sekaligus memastikan perangkat dan sistem dapat digunakan dengan baik. Dengan demikian, siswa diharapkan tidak lagi merasa asing ketika berhadapan dengan sistem pada saat kompetisi OMI berlangsung.
"Seluruh peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan simulasi. Mereka diuji dengan soal-soal yang menuntut ketelitian, pemahaman konsep, serta keterampilan analisis. Antusiasme ini menjadi modal positif bagi peserta dalam menghadapi tahapan kompetisi selanjutnya," jelasnya.
Selama pelaksanaan simulasi, seluruh tahapan kegiatan berjalan dengan lancar dan tertib. Tidak terdapat kendala teknis yang menghambat jalannya simulasi. Kondisi tersebut menjadi gambaran awal bahwa kesiapan perangkat dan sistem pendukung telah dapat digunakan untuk menunjang pelaksanaan kegiatan.
Dalam pelaksanaannya, para peserta didampingi oleh guru pembimbing masing-masing bidang lomba serta tim teknisi panitia OMI satuan pendidikan. Pendampingan diberikan untuk memastikan peserta memahami prosedur simulasi sekaligus membantu apabila terdapat kendala teknis selama proses berlangsung.
Sumber: Humas MTsN 7 Bungo
Editor: MR
Dokumentasi: CIW
|
322x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...