
Kemenag (Humas MTsN 7 Bungo) - Suara lantunan ayat suci Al-Qur'an terdengar dari setiap ruang kelas Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 7 Bungo, Rabu (16/9/2026) pagi. Sebelum Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dimulai, para peserta didik terlebih dahulu mengikuti Program Penguatan Tahfidz sebagai bagian dari pembiasaan membaca, menghafal, dan mencintai Al-Qur'an.
Suasana kelas tampak tenang dan khidmat. Para siswa duduk dengan tertib sembari melakukan murajaah atau mengulang hafalan yang telah dimiliki, serta menambah hafalan ayat-ayat Al-Qur'an sesuai target yang telah ditentukan. Di sejumlah kelas, guru, wali kelas, dan pengurus Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) turut mendampingi peserta didik untuk memastikan kegiatan berlangsung dengan tertib dan diikuti secara optimal.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya MTsN 7 Bungo dalam membangun dan memperkuat budaya religius di lingkungan madrasah. Program Penguatan Tahfidz tidak hanya diarahkan pada kemampuan peserta didik dalam menghafal ayat-ayat Al-Qur'an, tetapi juga menjadi sarana membentuk kebiasaan positif yang diharapkan dapat tumbuh dan melekat dalam kehidupan sehari-hari.
Program Penguatan Tahfidz dilaksanakan secara rutin pada pagi hari sebelum pembelajaran dimulai, khususnya pada hari efektif yang tidak diawali dengan agenda rutin madrasah, seperti upacara bendera, Senam Kebugaran Jasmani (SKJ), maupun pembacaan Surah Yasin bersama.
Melalui pola tersebut, interaksi peserta didik dengan Al-Qur'an diupayakan berlangsung secara konsisten. Waktu pagi yang menjadi awal aktivitas pembelajaran dimanfaatkan untuk menciptakan suasana religius sekaligus mempersiapkan siswa secara mental sebelum mengikuti berbagai materi pelajaran.
Dalam pelaksanaannya, peserta didik tidak hanya diarahkan untuk menghafal ayat-ayat baru. Mereka juga diberikan kesempatan untuk mengulang hafalan yang telah dimiliki melalui kegiatan murajaah. Proses tersebut penting untuk menjaga hafalan agar tetap kuat, lancar, dan tidak mudah terlupakan.
Selain itu, kegiatan tahfidz menjadi ruang bagi peserta didik untuk memperbaiki kualitas bacaan Al-Qur'an, mulai dari pelafalan huruf, panjang pendek bacaan, hingga penerapan hukum-hukum tajwid. Dengan demikian, proses menghafal diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan kemampuan membaca Al-Qur'an secara baik dan benar.
Salah seorang wali kelas, Cinta Invia Wulandari, menyampaikan bahwa Program Penguatan Tahfidz menjadi momentum untuk menjaga sekaligus menumbuhkan semangat peserta didik dalam berinteraksi dengan Al-Qur'an.
"Di awal pagi ini, seluruh peserta didik kembali mengikuti Program Penguatan Tahfidz yang dilaksanakan secara rutin. Mereka memiliki kesempatan menambah hafalan baru sekaligus mengulang hafalan yang telah dimiliki agar semakin kuat dan lancar," ujarnya.
Menurutnya, pembiasaan yang dilakukan secara rutin tersebut diharapkan tidak berhenti di lingkungan madrasah. Nilai-nilai yang diperoleh melalui interaksi dengan Al-Qur'an diharapkan dapat diterapkan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.
Kebiasaan memulai aktivitas belajar dengan Al-Qur'an juga menjadi bagian dari proses penanaman karakter yang dilakukan secara berkesinambungan. Setiap ayat yang dibaca, dihafalkan, dan dimurajaah menjadi bagian dari proses pembentukan sikap disiplin, sabar, tekun, serta memiliki kecintaan terhadap Al-Qur'an.
Konsistensi tersebut sejalan dengan komitmen madrasah dalam menciptakan budaya belajar yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan pribadi peserta didik yang berakhlak, disiplin, dan memiliki kedekatan dengan Al-Qur'an.
Melalui pembiasaan yang dilakukan setiap pagi, MTsN 7 Bungo berupaya menjadikan Al-Qur'an tidak sekadar sebagai bagian dari pembelajaran, tetapi juga sebagai bagian dari keseharian peserta didik. Dari lantunan ayat yang dibaca di awal hari, madrasah berharap tumbuh generasi yang memiliki kemampuan, karakter, dan kecintaan terhadap Al-Qur'an.
Sumber: Humas MTsN 7 Bungo
Editor: MR
Dokumentasi: CIW
|
287x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...