
Kemenag (Humas MTsN 7 Bungo) - Dalam rangka memantapkan kesiapan menghadapi Kompetisi Olahraga dan Prestasi Seni (KOMPAS) Madrasah Tingkat Kabupaten Bungo Tahun 2026, peserta didik MTsNegeri 7 Bungo yang dipersiapkan mengikuti cabang seni baca puisi menampilkan kemampuan terbaiknya di hadapan guru dan warga madrasah, Kamis pagi (17/9/2026).
Penampilan yang berlangsung di halaman MTsN 7 Bungo tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembinaan dan pemantapan sebelum peserta mengikuti kompetisi pada tingkat Kabupaten Bungo. Selain mengasah kemampuan teknis, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana melatih keberanian, membangun kepercayaan diri, serta membiasakan peserta didik tampil di hadapan khalayak.
Dalam seni baca puisi, kemampuan membacakan teks dengan suara yang jelas bukan menjadi satu-satunya aspek yang diperhatikan. Peserta juga dituntut mampu menghadirkan suasana dan makna yang terkandung dalam puisi melalui penguasaan intonasi, artikulasi, tempo, jeda, ekspresi, gestur, serta penghayatan.
Melalui penampilan tersebut, peserta didik berupaya menunjukkan hasil latihan yang telah dilakukan secara intensif. Setiap bait puisi dibawakan dengan memperhatikan dinamika suara dan ekspresi agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh para pendengar.
Di bawah bimbingan guru pendamping Misfiawati dan Rifa Anggraini, selaku guru Bahasa Indonesia, peserta didik secara bergantian menampilkan puisi pilihan di hadapan warga madrasah. Setiap penampilan sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk mengetahui perkembangan kemampuan peserta dalam mengolah vokal, membangun suasana, serta menghidupkan karakter puisi yang dibawakan.
Pemusatan latihan juga diarahkan pada penguasaan berbagai teknik membaca puisi. Peserta mendapatkan arahan mengenai cara mengatur dinamika suara, memperjelas artikulasi setiap kata, menentukan tekanan pada bagian tertentu, mengatur tempo, serta menggunakan jeda secara tepat. Berbagai teknik tersebut menjadi bagian penting agar pembacaan puisi tidak terdengar monoton dan mampu memberikan penekanan terhadap pesan yang ingin disampaikan.
Guru pendamping Misfiawati menyampaikan bahwa penghayatan menjadi salah satu unsur penting yang terus ditekankan dalam proses pembinaan.
"Selain aspek teknis, penghayatan menjadi salah satu bagian penting dalam latihan. Peserta didik dilatih untuk memahami isi dan pesan yang terkandung dalam puisi sehingga penampilan tidak sekadar menjadi aktivitas membaca teks, tetapi mampu menghadirkan ekspresi dan suasana yang sesuai dengan karakter yang dibawakan," ujar Beliau.
Evaluasi dilakukan secara berkelanjutan setelah peserta menyelesaikan penampilannya. Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi ketepatan pengucapan, tinggi rendah suara, tempo, ekspresi wajah, gestur, penghayatan, hingga penguasaan panggung. Koreksi tersebut diberikan sebagai bahan perbaikan agar peserta semakin mampu mengenali kekuatan dan kekurangan dalam penampilannya.
Selain sebagai persiapan menghadapi kompetisi, pembinaan baca puisi juga menjadi bagian dari upaya MTsN 7 Bungo dalam memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan bakat dan kreativitas di bidang seni. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan keberanian peserta didik untuk tampil, berkarya, serta mengembangkan kemampuan berkomunikasi melalui seni.
Pembinaan yang dilakukan secara terarah dan berkelanjutan menjadi salah satu bentuk komitmen madrasah dalam mendukung pengembangan potensi peserta didik, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga pada bidang seni dan kreativitas.
Melalui latihan dan evaluasi yang konsisten, peserta lomba baca puisi MTsN 7 Bungo terus dipersiapkan agar mampu tampil secara optimal dalam KOMPAS Madrasah Tingkat Kabupaten Bungo Tahun 2026. Penampilan di hadapan warga madrasah pada Kamis pagi tersebut menjadi salah satu tahapan penting untuk mematangkan kemampuan sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri peserta sebelum memasuki arena kompetisi.
Sumber: Humas MTsN 7 Bungo
Editor: MR
Dokumentasi: CIW
|
137x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...