
Kemenag (Humas MTsN 7 Bungo) - Proses pembelajaran di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 7 Bungo terus dipantau secara berkala selama pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau pembelajaran daring akibat kondisi kabut asap yang masih melanda wilayah Bungo. Monitoring dilakukan untuk memastikan kegiatan pembelajaran tetap berjalan dan siswa tetap memperoleh layanan pendidikan meskipun tidak melaksanakan pembelajaran secara tatap muka di madrasah.
Pemantauan dilakukan melalui laporan pembelajaran yang diisi oleh masing-masing guru pada platform pelaporan yang telah disiapkan madrasah. Dalam laporan tersebut, guru menyampaikan berbagai informasi terkait pelaksanaan pembelajaran, antara lain kehadiran siswa, materi yang disampaikan, aktivitas pembelajaran, serta dokumentasi kegiatan.
Berdasarkan hasil monitoring, secara umum proses pembelajaran tetap terlaksana. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan sejumlah kendala teknis yang memengaruhi kehadiran dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran daring. Tidak seluruh siswa dapat mengikuti pembelajaran secara penuh sesuai waktu yang telah ditentukan.
Sejumlah kendala yang ditemukan antara lain keterbatasan jaringan internet, ketersediaan kuota, perangkat yang digunakan siswa, hingga kesulitan dalam mengakses platform atau aplikasi pembelajaran. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian siswa terlambat bergabung dalam pembelajaran, bahkan terdapat siswa yang belum dapat mengikuti pertemuan daring secara langsung.
Meski menghadapi berbagai kendala, guru MTsN 7 Bungo terus berupaya memberikan layanan pembelajaran melalui berbagai alternatif. Selain memanfaatkan pertemuan virtual menggunakan Zoom Meeting, guru juga membagikan modul, bahan ajar, tugas, dan materi pembelajaran melalui grup WhatsApp agar siswa tetap dapat mengikuti pembelajaran secara mandiri.
Guru juga melakukan komunikasi secara langsung dengan siswa yang belum bergabung dalam pembelajaran daring. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui kendala yang dihadapi sekaligus memastikan siswa tetap memperoleh materi pembelajaran yang telah disiapkan.
Salah seorang guru MTsN 7 Bungo, Muhammad Nur, mengatakan bahwa dalam pelaksanaan pembelajaran daring masih ditemukan sejumlah kendala yang menyebabkan beberapa siswa tidak dapat mengikuti pembelajaran secara tepat waktu.
"Masih terdapat beberapa siswa yang terlambat bergabung dalam Zoom Meeting. Kendalanya cukup beragam, mulai dari keterbatasan kuota internet, jaringan, hingga perangkat yang digunakan siswa. Ada juga siswa yang mengalami kesulitan ketika mengakses aplikasi pembelajaran," ujarnya.
Menurut Muhammad Nur, berbagai kendala tersebut tidak menjadi alasan bagi guru untuk mengurangi upaya dalam memberikan layanan pembelajaran kepada siswa. Guru tetap berusaha mengoptimalkan berbagai sarana yang tersedia agar materi pembelajaran dapat diterima oleh seluruh siswa.
Ia menjelaskan, selain membagikan modul dan materi melalui grup WhatsApp, guru juga mengajak siswa mengikuti pembelajaran secara langsung melalui ruang virtual. Apabila terdapat siswa yang belum bergabung dalam Zoom Meeting, guru berupaya menghubungi siswa secara langsung untuk mengetahui penyebab dan kendala yang dihadapi.
"Ketika ada siswa yang belum bergabung, kami berusaha menghubungi mereka secara langsung dan menanyakan kendalanya. Kami tetap berupaya agar siswa dapat mengikuti pembelajaran melalui tatap muka virtual, sementara materi dan modul pembelajaran juga tetap kami bagikan," jelasnya.
Sementara itu, Kepala MTsN 7 Bungo, Firdaus AR, menegaskan bahwa pihak madrasah terus mendorong seluruh guru untuk memberikan pelayanan pendidikan kepada siswa selama pelaksanaan PJJ. Menurutnya, kondisi kabut asap tidak boleh menjadi penghalang bagi siswa untuk tetap memperoleh haknya dalam mendapatkan pembelajaran.
"Kami terus mendorong para guru agar dapat memberikan pelayanan pendidikan kepada siswa. Proses pembelajaran juga terus kami monitoring melalui laporan dari setiap guru setelah melaksanakan kegiatan pembelajaran," ujar Kepala Madrasah Firdaus AR, Selasa (6/10/2026).
Ia menjelaskan, laporan pembelajaran yang disampaikan oleh guru menjadi salah satu instrumen bagi madrasah untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan PJJ. Melalui laporan tersebut, pihak madrasah dapat memantau kehadiran siswa, materi yang telah disampaikan, aktivitas pembelajaran, dokumentasi kegiatan, serta berbagai kendala yang dihadapi guru maupun siswa.
"Kami melakukan monitoring melalui laporan yang disampaikan oleh masing-masing guru. Dalam laporan tersebut, guru juga melampirkan dokumen pendukung sebagai bukti pelaksanaan kegiatan pembelajaran," tambahnya.
Kepala madrasah juga mengapresiasi seluruh guru dan siswa yang tetap berupaya menjalankan proses pembelajaran meskipun berada dalam kondisi yang tidak ideal. Menurutnya, pelaksanaan PJJ memiliki tantangan tersendiri, terutama terkait aspek teknis, jaringan, perangkat, dan kesiapan sarana pembelajaran. Namun, berbagai kendala tersebut terus diupayakan penyelesaiannya secara bersama-sama.
"Apresiasi tentu kami berikan kepada seluruh guru yang tetap melaksanakan kewajibannya dan kepada siswa yang terus mengikuti pembelajaran. Meskipun masih terdapat berbagai kendala teknis, kita terus berupaya memberikan layanan pendidikan yang terbaik," pungkasnya.
Sumber : Humas MTsN 7 Bungo
Editor : MR
Dokumentasi : CIW
|
131x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...