
Tanah Tumbuh (MTsN 7 Bungo) - Usai kegiatan belajar mengajar (KBM) berakhir setiap harinya, seluruh ruang kelas di MTsN 7 Bungo tampak tetap bersih, rapi, dan tertata. Kondisi ini bukan terjadi secara kebetulan, melainkan hasil dari komitmen kuat seluruh siswa dalam menjaga lingkungan belajar, khususnya melalui pelaksanaan piket kelas yang telah menjadi budaya positif di madrasah tersebut.
Seperti biasa, ketika bel pulang berbunyi dan siswa mulai meninggalkan kelas, para petugas piket terlihat sigap menjalankan tanggung jawabnya. Mereka memastikan tidak ada sampah yang tertinggal, meja kursi kembali pada posisi semula, serta suasana kelas tetap nyaman digunakan untuk kegiatan esok hari. Kebiasaan baik ini begitu melekat sebagai wujud kepedulian dan cinta siswa terhadap lingkungan belajar mereka.
Program ini sejalan dengan kebijakan yang telah dirancang oleh Kepala Madrasah MTsN 7 Bungo, Bapak Firdaus Ar, S.Pd.I, yang secara konsisten melakukan supervisi langsung. Setiap hari, setelah siswa pulang, beliau meninjau kondisi masing-masing kelas untuk memastikan seluruh ruangan benar-benar bersih dan tertata sesuai standar madrasah.
"Di madrasah, tugas kita tidak hanya berhenti pada transfer ilmu pengetahuan. Namun lebih dari itu, madrasah adalah tempat penanaman karakter siswa melalui program-program sederhana yang insyaallah berdampak luar biasa. Program itu bernama Penanaman Kebiasaan Piket Kelas, dan kami rutin melakukan supervisi kelas sesaat siswa sudah pulang dari madrasah," ujar beliau pada Senin (26/1/2026).
Program piket yang dijalankan bukan sekadar rutinitas membersihkan ruang belajar. Lebih jauh, kegiatan ini menjadi "laboratorium mini} bagi pembentukan karakter siswa, mulai dari aspek kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, hingga kesadaran menjaga lingkungan. Melalui aktivitas sederhana namun bermakna ini, siswa dilatih untuk memiliki sikap mandiri serta rasa memiliki terhadap fasilitas madrasah.
Menariknya, meskipun waktu pulang telah tiba, tidak jarang terlihat beberapa siswa yang masih berada di lingkungan madrasah. Mereka tetap melanjutkan tugas piket hingga benar-benar yakin kelas sudah bersih dan rapi. Ada yang menyapu lantai, mengumpulkan dan membuang sampah, hingga menata ulang meja dan kursi dengan penuh kesungguhan. Setelah semua tugas selesai dan kelas tampak sempurna, barulah para siswa yang bertugas pulang ke rumah masing-masing.
Budaya ini terus dipertahankan karena terbukti mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif sekaligus membentuk karakter positif pada diri siswa. MTsN 7 Bungo menjadikan program piket dan supervisi kelas ini sebagai bagian integral dari proses pendidikan karakter yang tidak terpisahkan dari pembelajaran akademik.
Dengan konsistensi dan pembiasaan yang dilakukan, MTsN 7 Bungo berharap program unggulan ini dapat terus berkembang, menjadi teladan, serta memberikan dampak positif jangka panjang bagi tumbuh kembang peserta didik.
Sumber : Humas MTsN 7 Bungo
Penulis : MR
|
615x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...